DPRD Medan: Dinas Perpustakaan Dituntut Kolaborasi

25
Moedesta Marpaung menyebut, Dinas Perpustakaan dituntut kolaborasi dengan segenap stakeholder

MedanIntipnews.com:Dinas Perpustakaan dituntut dapat berkolaborasi dengan segenap stakeholder, mengingat Kota Medan adalah barometer dan pusat pendidikan serta kemajuan Sumatera Utara.

Hal itu diungkap anggota DPRD Medan Modesta Marpaung, saat membacakan pemandangan umum Fraksi Golkar DPRD Medan terhadap rancangan perda [Ranperda] penyelenggaraan perpustakaan Kota Medan di ruang rapat paripurna baru-baru ini.

Selain itu dia juga mempertanyakan strategi apa yang akan dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemko Medan dalam meningkatkan minat baca serta upaya adaptasi seiring perkembangan dunia digital. Modesta mengaku, di era digital saat ini dia prihatin terhadap turunnya minat baca dan belajar di Perpustakaan.

Rapat paripurna di gedung DPRD Medan itu, dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, sejumlah pimpinan alat kelengkapan dewan DPRD Medan, serta Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit, Sekda Medan Wiria Alrahmam serta sejumlah OPD Pemko Medan.

Melalui Modesta, Fraksi Golkar mengharapkan agar pembahasan Ranperda Perpustakaan nantinya akan mewujudkan kota Medan yang maju dan berkah melalui SDM unggul yang berdaya saing global.

Perpustakaan diharapkan bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk mencari sumber rujukan ilmu pengetahuan yang valid dan bisa diakses semua kalangan. Fraksi Golkar juga berharap, agar penyelenggaraan perpustakaan dapat menjadi sumber rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi semua kalangan masyarakat.

Selain itu menjadi wahana pelestarian seni dan budaya daerah khususnya bagi generasi muda Kota Medan agar mencintai nilai-nilai kebudayaan sebagai akar kekayaan nusantara. Dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengeloaan perpustakaan yang modern dengan akses luas dan terdigitalisasi.

Modesta Marpaung juga mempertanyakan konsep Pemko Medan dalam pembinaan pustakawan daerah. Hal itu dinilai penting karena tanpa adanya SDM yang profesional di bidang perpustakaan maka apapun yang diterapkan tidak akan terlaksana secara efektif dan efisien.

Diakhir pemandangan umumnya, Modesta yang saat ini duduk di komisi DPRD Medan mengatakan, kehadiran Ranperda Perpustakaan yang terdiri dari 18 BAB dan 73 Pasal untuk melakukan pengembangan SDM unggul dan berdaya saing global.

  • Itp-04