“Kami beri waktu 4×24 jam kepada DPRD menentukan sikap, untuk menandatangani pernyataan menolak Omnibus Law. Jika tidak kami akan kembali melakukan aksi…”

Gunungsitoli-Intipnews.com:Dewan Perwakilan Rakyat [DPRD] Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara didesak untuk menolak Omnibus Law oleh mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Kota Gunungsitoli [foto].

Desakan tersebut disampaikan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia [GMNI], Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia [GMKI] dan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia [PMKRI] dengan mendatangi kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Jumat 9 Oktober 2020.

Aksi unjukrasa damai mahasiswa yang dipimpin Ketua Gmni Joko Purwanto Mendrofa, Ketua PMKRI Misekordiasdomin Zega dan Ketua GMKI Seproslan Zai hanya diterima anggota DPRD Nehemia Harefa dan Trimen Harefa.

Kepada mahasiswa Nehemia Harefa memberitahu mereka berdua tidak bisa memenuhi keinginan mahasiswa untuk menandatangani pernyataan sikap ikut menolak Omnibus Law. “Dalam pengambilan sebuah keputusan DPRD harus melakukan rapat fraksi, karena di dalam tubuh DPRD Kota Gunungsitoli ada lima fraksi,” jelasnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini