DPRD Medan: Perpustakaan Harus Sebagai Agen Kultural

0
12
Anggota DPRD Medan, Haria Kelana Damanik: Perpustakaan sebagai agen kultural. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Anggota DPRD, mengatakan, perpustakaan harus bertindak sebagai agen kultural. Demikian disampaikan Haria Kelana Damanik dalam pandangan fraksi Gerindra DPRD Kota Medan terhadap nota pengantar kepala daerah atas Ranperda Kota Medan tentang penyelenggaraan perpustakaan pada paripurna DPRD Medan.

“Ranperda perpustakaan ini harus meningkatkan kualitas perpustakaan di Kota Medan termasuk koleksi, layanan dan SDM-nya. Dalam penyusunan Perda perpustakaan ini perlu diperhatikan rasio jumlah buku terhadap jumlah penduduk Kota Medan serta peningkatan indeks literasi,” tutur Kelana Damanik.

Perpustakaan juga harus menyediaan sumber informasi cepat, murah dan tepat serta untuk mengembangkan kemampuan bagi masyarakat. Lebih dari itu perpustakaan di Kota Medan diharapkan bisa berkualitas dan sesuai dengan standar nasional.

“Sebab saat ini, informasi telah menjadi bagian yang penting dan menentukan segala kegiatan di masyarakat, tidak terkecuali di bidang perpustakaan,” jelasnya.

Hal tersebut menjadi pemandangan umum fraksi partai Gerindra DPRD Medan pada rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, dan dihadiri Sekda Kota Medan Wirya Alrahman.

“Perpustakaan Kota Medan harus segera berbenah karena diharapkan tidak hanya berperan mengelola koleksi dan menyelenggarakan layanan,” tegas Haria Kelana.

Sementara sekretaris fraksi Hanura, PSI dan PPP [HPP] DPRD Medan, Janses Simbolon, menyebut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemko Medan dituntut harus mampu berinovasi dan berkreasi seiring perkembangan teknologi.

Diungkapkannya, perpustakaan memiliki peran penting sebagai wadah menyenyediakan fasilitas bagi masyarakat yang ingin menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Ia juga menyebutkan kehadiran perpustakaan memiliki empat peran penting, yakni sebagai pusat kegiatan belajar, membaca buku dan mencari sumber berbagai bidang ilmu. Selanjutnya, perpustakaan merupakan tempat mengasah kemampuan berfikir dan komunikasi.

Sebagai agent of change dalam kehidupan serta berperan sebagai penghubung masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. “Kita juga mempertanyakan bentuk program ril yang akan dilakukan. Bukan FPP juga mengkritisi Pasal 10, Pasal 16 dan 17, Pasal 18 dan 19, Pasal 40, Pasal 59, Pasal 60 dan Pasal 70,” tukasnya.

  • Itp-04