DPRD Medan Pertanyakan Aset Pemko, Hotel, Warehouse, Plaza yang Disewakan

15
DPRD Medan Rahman Nasution PertanakanAset Pemko, Hotel, Warehouse, Plaza...Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:DPRD Medan mempertanyakan aset Pemko seperti hotel, warehouse, plaza, gedung yang disewakan di beberapa lokasi. “Sudah bagaimana kondisinya saat ini, agar ada kejelasannya,” ungkap wakil ketua komisi 3, Rahman Nasution.

Politisi PAN ini pun mempertanyakan pula terkait lapangan Gajah Mada yang sudah sempat dimenangkan melalui pengadilan, namun kini jadi masalah lagi. Kemudian, bangunan di Jalan Nibung yang disewakan tidak lebih dari Rp5 juta, padahal letaknya sangat strategis.

Hal itu dipertanyakan Rahman Nasution pada rapat DPRD Kota Medan bersama perwakilan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah [BPPRD] Suwardi, Selasa [25/5/21]. BPPRD angkat suara menjelaskan soal lapangan Gajah Mada itu.

“Untuk lapangan Gajah Mada, sudah dibayarkan kepada ahli waris, sebesar Rp4 miliar. Adanya aduan dari ahli waris lagi, tidak tahu penyebabnya,” ujar Suwardi.

Selain itu dijelaskannya, seluruh aset yang ada sudah jelas terdaftar di Pemko Medan. Terkait Warehouse merupakan milik Pemko dan saat ini digunakan pihak ketiga sebagai hak pakai.

“Tahun ini, kami sedang memutahirkan data tanah dan bangunan yang menjadi aset Pemko Medan,” ucapnya. Sedangkan aset berupa mobil dan sepeda motor, diakuinya saat ini berjumlah sekira 1.300 unit dan 500 di antaranya adalah kendaraan roda empat.

Melihat banyaknya aset Pemko Medan yang tidak diketahui kejelasannya, menurut Hendri Duin Sembiring, sebaiknya BPPRD memakai [memasang] barcode [kode batang] untuk semua aset yang dimilikinya.

“Di DKI Jakarta, pemerintah setempat memakai barcode untuk semua asetnya, baik mobil, sepeda motor, meubiler kantor, hingga pulpen. Hasilnya, semua aset bisa diketahui di mana tempatnya dan kemungkinan hilang sangat kecil,” ujar Anggota Komisi DPRD Medan Hendri Duin Sembiring.

“Kalau pihak BPPRD komitmen mempertahankan aset dan memeliharanya, di Kota Medan dalam waktu dekat akan launcing pengusaha barcode dan bisa dijajaki kerjasamanya. Dengan tujuan agar tidak ada lagi aset yang hilang,” ujarnya seraya menambahkan, komisi 3 saja sampai saat ini tidak mengetahui apa saja aset Pemko Medan dan berapa yang sudah lepas kepada pihak ketiga.

  • Itp-04