Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, M Husni [inzet] dan pohon mahoni tinggal tunggul. Foto Istimewa

Medan-Intipnews.com:Terkait penebangan 6 pohon mahoni di pinggir jalan Medan Timur, Camat Medan Timur Oddi Batubara mengatakan kepada wartawan akan segera melaporkan ke polisi [dipolisikan]. Dan dia mengaku sudah menyurati Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Medan.

“Iya, saya sudah tahu penebangan itu. Saya terkejut, dan menurut laporan dari lurah tidak ada izin, jadi itu penebangan liar. Saya akan cari tahu siapa yang suruh menebang dan akan segera saya laporkan ke pihak kepolisian,” kata Oddi Batubara kepada wartawan.

Penebangan 6 pohon mahoni di Jalan Aluminium Raya Kelurahan Brayan Bengkel, Lingkungan 1, Kecamatan Medan Timur itu mendapat sorotan Komisi 4 DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor,S.Sos. Pohon-pohon di kota untuk keseimbangan lingkungan alam.

Banyak manfaatnya selain keseimbangan lingkungan untuk resapan air, bernilai estetika sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2020. “Kita minta Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan bertanggungjawab dan menindak tegas jika tidak memiliki izin tebang,” ungkap Antonius Rabu 30 September 2020.

Masih Antonius Tumanggor melanjutkan, perlu ditegaskan, pohon-pohon itu merupakan paru-paru kota, sehingga dilindungi oleh aturan dan undang-undang untuk penebangan pohon, untuk menghindari ilegal loging di tengah kota.

Sementara Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, M Husni kepada wartawan melalui WhatsAPs mengatakan, untuk akses ekonomi dimungkinkan penebangan pohon, dan wajib mengganti jumlah pohon berdasarkan ketentuan Ruang Terbuka Hijau [RTH]. “Ini saya cek dulu,” katanya. * Itp-04

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini