DPRD Sebut Guru Mengaji Belum Terima Honor dari Pemko Medan

32
Anggota DPRD Medan, Sudari menyebut, guru mengaji mengeluh, belum terima honor dari Pemko Medan. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Anggota DPRD Kota Medan menyebut, guru mengaji mengeluh, karena dana jasa [honor] dari Pemko Medan terlambat, hingga saat ini belum Medandana yang bersumber dari APBD Pemko Medan itu.

Demikian diungkapkan anggota DPRD Sudari saat berlangsung rapat dengar pendapat [RDP] Komisi DPRD menyahuti keluhan warga, khususnya guru magrib mengaji yang honornya belum dibayar.

Komisi 2 DPRD Medan meminta Pemko Medan dalam hal ini Dinas Sosial [Dinsos] segera memproses percepatan pencairan dana jasa pelayanan masyarakat seperti guru mengaji dan pengurus tempat ibadah.

“Dinsos, camat dan lurah segera berkolaborasi jemput bola ke tengah masyarakat soal data valid penerima bantuan guru magrib mengaji dan pengurus gereja serta 17 kriteria penerima bantuan lainnya,” ujar Sudari, baru-baru ini.

RDP dipimpin wakil ketua komisi Sudari, didampingi sekretaris komisi Dhiyaul Hayati, anggota komisi Modesta Marpaung, Haris Kelana dan Wong Chun Sen. Sedangkan pihak Pemko dihadiri Kepala Dinsos Kota Medan Endar Sutan Lubis, Bagian sosial dan pendidikan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Pemko Medan Syahrial.

“Hingga saat ini [Mei 2021] tanda-tanda pencairan masih belum ada. Bahkan, ada yang mengadu tahun lalu menerima, namun saat ini namanya tidak tercantum lagi. Ini yang kita pertanyakan,” sebut Sudari.

Sementara sekretaris komisi Dhiyaul Hayati mendorong Dinsos supaya membuat surat edaran terkait ketentuan sekaligus sosialisasi. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis menyampaikan, pihaknya saat ini sedang melakukan verifikasi data ulang bagi penerima. Adapun kemungkinan seseorang yang dulunya terdaftar sebagai penerima namun tidak lagi, dimungkinkan karena melanggar aturan seperti status sebagai PNS dan melanggar ketentuan lainnya.

Diketahui, ke 17 kriteria penerima bantuan dana jasa pelayanan masyarakat yakni bilal zenazah, penggali kubur, nazir masjid, nazir mushala, pengurus gereja, pengurus vihara/kelenteng/kuil, imam masjid.

Berikut imam mushala, khatib Jumat, ustad, ustadzah, pengetua gereja Khatolik, guru magrib mengaji, guru sekolah minggu, guru sekolah Hindu, guru sekolah Budha dan penatua gereja. Seluruh penerima tersebar di 21 kecamatan Kota Medan jumlahnya 17.501 orang. Anggaran yang dialokasikan TA 2021 di Dinas Sosial sekitar Rp 57,2 miliar.

  • Itp-04