Dugaan Korupsi Jalan Rp 4,5 M, Kajari Tobasa : 2 Tersangkanya

0
283
Foto Istimewa

Tersangka, PPK inisial BS di Dinas PUPR Tobasa. Juga SKPD Pelaksana Kegiatan Pekerjaan dan Rekanan Dinas PUPR Tobasa inisial FH…

Balige-Intipnews.com:“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan pekerjaan Jalan Amborgang-Sampuara Kecamatan Porsea/ Uluan Kabupaten Toba Samosir.”

Dari hasil pemeriksaan saksi yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran proyek pekerjaan jalan senilai Rp 4,5 Miliar tersebut, sampai hari ini, sudah ada 2 tersangka. Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Toba Samosir [Kajari Tobasa], Sumatera Utara Dr Robinson Sitorus SH MHum, menjawab pertanyaan Wartawan melalui selulernya, Sabtu 7 Maret 2020.

Kedua tersangka itu disebutnya, Pejabat Pembuat Komitmen [PPK] inisial BS pada Dinas PUPR Toba Samosir yang juga selaku SKPD Pelaksana kegiatan pekerjaan dan Rekanan Dinas PUPR Tobasa inisial FH sebagai pelaksana pekerjaan.

Kedua oknum menjadi tersangka atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Amborgang – Sampuara kec. Porsea/ Uluan Kabupaten Toba Samosir dengan  bersumber dari Dana Penugasan DAK [Dana Alokasi Khusus] TA- 2017 sekitar Rp 4,5 Milliar.

Lebih lanjut, Mmantan Kasi Pidum Kejari Medan ini menjelaskan, dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunannya telah dilakukan audit pemeriksaan/pengukuran volume fisik kerja oleh Politeknik Medan, diketahui adanya kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 511.767.685,20, yang berdampak pada kerugian Negara.

Diduga dalam pelaksanaan pekerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana yang tertuang dalam kontrak kerja dan Rancangan Anggaran Biaya [RAB] yang telah ditetapkan pemerintah pada Dinas PUPR untuk dilaksanakan.

Robinson melanjutkan, penanganan kasus ini masih tetap dalam tahap penyidikan, dan penyidik masih terus melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut guna untuk mengetahui dan memastikan akan adanya keterlibatan para pihak yang terlibat lainnya.

Untuk kedua oknum itu [BS dan FH] ditetapkan sebagai tersangka pada kemarin sore, Jumat [6/3] yang dipersangkakan terduga pelaku tindak pidana Kkorupsi , pasal 2 dan 3 UU Nomor : 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sampai saat ini belum ada penahanan terhadap kedua tersangka, masih terus melakukan pendalaman,” katanya lagi. Tentang ada tersangka lain, Robinson menyebutkan, bisa saja bertambah. tergantung hasil pemeriksaan saksi dan para pihak yang diduga terkait nantinya dalam  pendalaman kasus.

  • Laporan Manuala Tampubolon