Ini Progres Dugaan Korupsi Kadisperkim Paluta

0
125
Kasipenkum] Kejatisu, Sumanggar Siagian.FFoto Istimewa

Dugaan korupsi Kadis Perkim Paluta, MH, di pembelian lahan 4 hektar, disinyalir tidak sesuai NJOP. Terindikasi kompromi ilegal antara Tim Appraisal, penjual tanah dan dirinya. Kondisi lahan pun tidak seteril…

Medan-Intipnews.com:Kasus Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman [Kadis Perkim] Kabupaten Padang Lawas Utara [Paluta], Sumatera Utara [Sumut] bergulir dan mulai ada progres. Kejaksaan Tinggi Sumut [Kejatisu], tidak saja memanggil lagi MH ke Medan untuk diperiksa.

Tetapi, informasi dihimpun Intipnews.com, hingga Rabu 12 Februari 2020, progres tim jaksa, selain kembali memanggil MH, juga meminta pemilik lahan berinisial Ric dan Yus penjual lahan untuk Pemkab Paluta tersebut datang ke Medan.

Pemanggilan mereka masih di kasus dugaan korupsi pembelian lahan 4 hektar Dinas Perumahan dan Permukiman [Disperkim] Pemkab Paluta di Batang Baruar Jae, Kecamatan Padangbolak.

MH tiba di kantor Kejatisu Senin 10 Februari 2020 pukul 09.00 WIB memenuhi panggilan tim jaksa intelijen Kejatisu. MH diperiksa sampai sore. Tim jaksa juga memanggil pemilik lahan berinisial Ric dan Yus penjual lahan untuk Pemkab Paluta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasipenkum] Kejatisu, Sumanggar Siagian melalui selulernya membenarkan pemanggilan terhadap MH pemilik lahan dan penjual lahan. ”Benar, Kadis Perkim Paluta, pemilik dan penjual lahan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ungkap Sumanggar kepada wartawan via WhatsApp, Selasa [11/2/2020].

Sebelumnya, disebutkan Kasipenkum Sumanggar, Kejatisu saat ini sedang menangani dugaan korupsi pembelian lahan Pemkab Paluta, yang dilaporkan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa [GPM] Sumut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini