Edy Rahmayadi Dorong Labura Jadi Contoh Daerah dengan Ketahanan Pangan

3
Edy Rahmayadi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan pertemuan dengan perangkat daerah dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Kamis (5/8), di Pendopo Kediaman Pribadi Bupati Labura Hendriyanto Sitorus, Lingkungan III, Simpang Panigoran, Aek Kota Batu, Labura. Foto: Ist

LaburaIntipnews: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendorong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menjadi contoh daerah dengan ketahanan pangan yang baik. Melalui ketahanan yang baik Kabupaten Labura bisa berkembang lebih cepat.

Hal ini disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Labura, Kamis (5/8), di Pendopo Kediaman Pribadi Bupati Labura Hendriyanto Sitorus, Lingkungan III, Simpang Panigoran, Aek Kota Batu, Labura. Di depan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Labura Edy Rahmayadi meminta agar Kepala Desa bisa mendorong petani meningkatkan pengembangan tanaman pangan.

“Jangan semua lahan jadi sawit, tanam juga yang lain untuk pangan. Lihat karakteristik desanya, tanaman pangan apa yang cocok ditanam di situ. Atau paling tidak rumah tangga tanam cabai, sayuran, atau yang lain. Dengan alam seperti ini harusnya Labura bisa jadi contoh daerah dengan ketahanan pangan baik,” kata Edy Rahmayadi, saat memberikan motivasi kepada Kades, Lurah dan Kepala Sekolah SMK/SMA se-Kabupaten Labura.

Berdasarkan data yang diberikan Edy Rahmayadi saat paparan, produksi beras Labura surplus, namun bahan pangan lainnya seperti jagung, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan kentang masih defisit. Jagung Labura hanya mampu memproduksi 29%, cabai merah 2%, cabai rawit 7%, bawang merah, bawang putih dan kentang 0%.

“Rendah sekali produksi bahan pangan strategis kita di sini. Bawang memang sulit, tetapi yang lain seperti cabai merah dan cabai rawit harusnya bisa lebih dari itu, ini bisa kita tanam sendiri,” terang Edy Rahmayadi yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap.