Rizieq Shihab & Jusuf Kalla. Foto Istimewa

TNI tugasnya memelihara perdamaian. Harus turun tangan ketika ada ancaman terhadap negara. Yang dilakukan Habib Rizieq sudah masuk ke dalam kategori mengancam idelogy negara. Tapi, Ada kekosongan sosok pemimpin. Maka massa antusias menyambut,..

Jakarta-Intipnews.com:Tekait penurunan baliho-baliho pimpinan Front Pembela Islam [FPI] Rizieq Shihab, menuai tanggapan dari elit politik, bahkan dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritik langkah terjun langsung TNI menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab. “Kalau saya jadi Menhan, ini adalah ‘lampu kuning’ ditabraknya rambu-rambu militer dalam demokrasi,” katanya.

TNI harus ngerti tugasnya di tengah rakyat adalah memelihara perdamaian. “Sebagaimana militer berperang bukan untuk membunuh lawan, tapi untuk menjaga perdamaian,” tulis Fahri dalam akun Twitter resminya, sebagaimana dilansir merdeka.com Sabtu 21 November 2020.


Falsafah TNI, ujar Fahri, adalah tentara rakyat dan hidup bersama rakyat adalah benar-benar karena TNI lahir dari pergolakan patriotik membela bangsa dan negara.

“Sejak konferensi pers panglima TNI kemarin dan tindakan offside Pangdam Jaya itu, tidak saja melukai nilai-nilai dasar kelahiran TNI sebagai tentara rakyat, tapi juga sumpah prajurit dan sapta marga. TNI harus berada di luar politik dan menghormati hukum. Hukum negara bukan hukum rimba,” tegas Fahri.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini