Emansipasi, Globalisasi, Digitalisasi Ada Apa…

0
58

Catatan RONI Neliati

Intipnews.com:DALAM unggahan Presiden Jokowi pada peringatan Hari Kartini 2021, menuliskan kata-kata dari Raden Ajeng Kartini. “Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam,” tulis Presiden Jokowi.

Emansi sejak dulu dikenal adalah tindakan nyata persamaan hak politik, kesetaraan gender, dan berbagai hak-hak lainnya maju dan mengangkat kepala supaya hidup tidak bagaikan dalam novel ‘Pengakuan Pariyem’ ditulis seniman di Jawa Linus Suryadi AG. Berkisah hidup seorang perempuan bernama Pariyem, bekerja sebagai babu di keluarga Ndoro Kanjeng Cokro Sentono.

Di situ, dia hamil setelah melakukan hubungan seksual bersama anak Ndoro Kanjeng, Den Bagus Ario yang sangat tergoda dengan kecantikan Pariyem yang golongan rakyat biasa dan bukan bangsawan. Hidup melarat menempatkan dirinya pada kesewnang-wenangan yang tidak bisa menawar dan harus pasrah. Terjerembab, sebagai seorang perempuan dalam kehidupannya menjadi babu.

Di tengah perkembangan baru oleh komunikasi dan informasi digitalisasi, babu bertukar sebutan menjadi asisten rumahtangga, tenaga kerja wanita Indonesia [TKWI]. Apakah sebenarnya emansipasi sudah mampu melepaskan perempuan dari jeratan jahiliyah modern.

Dari mulai kedudukan martabat perempuan yang rendah dan direndahkan, menjadi selingkuhan lelaki egois, dan prostitusi online. Harus mengantarkan narkoba kepada suami yang sedang di penjara melalui tahu isi. Kemudian tertangkap dan sama-sama dipenjara, meningalkan anak yang masih Balita. Atau terlibat pemakai narkoba sekalipun telah menjadi Polwan berpangkat perwira.