Erwinsyah-Fahmi Bertemu As Atmadi, Bicara STIKP, PR dan Jurnalistik

0
161
As Atmadi & Erwinsyah

DeliserdangIntipnews.com:Masih di suasana hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah, 2 alumni STIKP, Erwinsyah dan Muhammad Fahmi berkunjung ke kediaman Pemimpin Umum media online Intipnews.com As Atmadi yang sebelumnya juga dosen STIKP, Sabtu 22 Mei 2021.

Dalam pertemuan di Seimencirim, Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara itu, mengalir pembicaraan terkait Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan [STIKP], mahasiswa kejuruan jurnalistik dan public relation [PR] berikut aktivitasnya sehari-hari. “Kita merindukan dosen-dosen praktisi di perguruan tinggi kejuruan,” ujar Erwinsyah, yang pernah Wakil Pemimpin Redaksi Medan Bisnis.

Pertemuan ini, menurut Erwinsyah yang dikenal cukup eksis dalam dunia jurnalistik dan komunikasi di Sumatera Utara, “Lebih pertemuan antara anak dan ayah. Babe [sapaan As Atmadi] di kampus STIKP yang didirikan tokoh pers perempuan Hj Ani Idrus, cukup dikenal dekat dengan mahasiswa,” kata Erwinsyah membuka kata.

Babe, katanya, setelah habis jam mengajar di ruangan, disambung di kantin. Semua mahasiswa berkumpul, lalu berdiskusi tentang jurnalistik. “Ini berlaku setiap mengajar. Anehnya makan minum ringan [mamiri] di kantin tidak boleh ada mahasiswa yang membayar. Musti Babe yang bayar,” sebut Erwinsyah mengenang.

Diaminkan oleh Muhammad Fahmi danmenambahkan pengalamannya saat aktif di salah satu media ketika si Babe menjadi pemimpin redaksinya. “Wih, banyak pengalaman dan ilmu kudapatkan di situ, selain yang kami dapatkan di kampus STIKP. Bersama Babe yang paling ditekankan disiplin dan tanggungjawab. Tak ada yang tak bisa di jurnalistik, harus bisa!,” ungkap Fahmi.

Erwinsyah yang kini aktif di Bank Sumut, mengaku setahun lagi menjalani masa pensiun mengatakan, “Memang ilmu jurnalitik yang didapat dari kampus harus diasah sering berdialog dan diskusi dan belajar dengan dosen praktisi jurnalistik senior. Di situ kelebihan STIKP Medan di awal-awal berdiri dalam membekali ilmu Jurnalistik semasa hidupnya pendiri STIKP Pemimpin Waspada Hj Ani Idrus.”

Erwinsyah lalu mengurai pengalamannya di saat-saat masih kuliah di STIKP. Selain dosennya sekitar 60% praktisi jurnalistik, mahasiswa-mahasiswa dibawa aktif [praktik] melaksanakan kerja jurnalistik langsung sebagai wartawan, dan yang tulisannya baik dijadikan redaktur di harian Waspada dan Majalah Dunia Wanita.

“Di sini kelebihan mahasiswa STIKP kala itu, dan alumninya pun menjadi wartawan yang militan dan eksis setelah tamat kuliah. Sehingga ya,.. di sekitar tahuan 90-an hampir semua media massa di Sumatera Utara dan Jakarta ada saja wartawan dan redaktur yang alumni STIKP. Dan berperan, bukan sekadar wartawan amatiran,” kenang Erwinsyah.