Firman Hutauruk: Reservasi Jalan dan Jembatan di Nias Capai 70 Persen

35
Firman Hutauruk: Reservasi Jalan dan Jembatan
Para pekerja saat melakukan pemasangan batu di Desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan. (Foto: Ist)

GunungsitoliIntipnews: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Firman Hutauruk memastikan bahwa reservasi jalan dan jembatan milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Sumatera Utara mulai dari Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli menuju Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara tahun anggaran 2021 mencapai 70 persen.

“Reservasi oleh PT Satu Tiga Mandiri sudah mencapai 70 persen dan berjalan sesuai aturan,” jelasnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Supomo, Kota Gunungsitoli, Kamis 2 September 2021.

Dia memberitahu, pekerjaan reservasi jalan dan jembatan mulai dari Gunungsitoli menuju Teluk Dalam adalah perbaikan pengaman jalan (Guadrail) di wilayah Tetehosi dan beberapa titik lain. 

| BACA JUGA: Perbaikan Jalan di Kecamatan Alasa Diapresiasi DPD HIMNI Nias Utara

Kemudian perbaikan pemasangan batu di titik desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan dan di daerah-daerah lain yang mengalami kerusakan yang sama.

Lalu pengendalian tanaman pengganggu daerah milik jalan, pembersihan drainase, penutupan lubang, pengaspalan dan berbagai kegiatan lainnya di sepanjang ruas jalan dari Gunungsitoli menuju Teluk Dalam, Nias Selatan.

“Kita tetap aktif melakukan pengawasan terhadap pekerjaan rekanan, sehingga kita bisa memastikan pekerjaan rekanan yang progresnya kini mencapai 70 persen terlaksana sesuai aturan dalam kontrak,” ucap Firman Hutauruk.

Tidak lupa Firman Hutauruk meminta dukungan semua pihak agar pekerjaan reservasi jalan dan jembatan mulai dari Gunungsitoli menuju Teluk Dalam berjalan dengan baik.

Karena menurut dia, dengan adanya dukungan dari masyarakat, maka akan tercipta suasana kerja yang baik, sehingga terwujud jalan dan jembatan yang berkualitas demi meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dia juga meminta warga semakin sadar tentang wilayah jalan, dan tidak lagi menjadikan daerah jalan sebagai lahan mendirikan bangunan atau wilayah pekarangan.

“Saya minta warga semakin sadar tentang wilayah jalan dan tidak mendirikan bangunan atau menjadikan pekarangan, karena dapat memicu berbagai masalah seperti jalan menjadi sempit, terjadi genangan air dan masalah lain,” pintanya. * Itp-Aulia