Gaji 3 Juru Masak Shusi Tak Dibayar, DPRD Sudari: Kita Segera ke Pengusaha dan Disnaker

0
8
Gaji 3 juru masak tak dibayar, DPRD Sudari segera ke pengusaha dan Disnaker

MedanIntipnews.com:Gaji 3 juru masak shusi tak dibayar, anggota DPRD Sudari menyebut segera ke pengusaha dan Disnaker. “Berdasarkan aturan yang ada, perjanjian kepada pekerja harus dicatatkan di Disnaker Kota Medan,” ungkap Sudari.

Dalam hal ini, lanjut Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Medan Sudari, kita akan meminta keterangan dari pengusaha atau Dinas Ketenagakerjaan [Disnaker], juga UPT 1 dalam pengawasan Disnaker Sumatera Utara [Sumut],

Diketahui, merasa diduga gaji tidak dibayar, 3 juru masak di restoran makanan khas Jepang itu, Senin 7 Juni 2021 mengadukan keluh kesahnya ke DPRD Kota Medan.

Ini mereka lakukan, menurut Adit kepada wartawan di DPRD Medan, setelah melaporkan ke Disnaker Kota Medan. “Kita mengadu ke DPRD Medan untuk meminta solusi prihal yang kami hadapi, yaitu gaji kami seperti ditahan,” ungkap Adit.

Lanjut Adit, “Meski saya masih ada nama di scedule tapi gaji kami tidak dikeluarkan. Dan hak-hak kami juga tidak diberikan, seperti BPJS ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, jam kerja berlebihan, tax service nggak dikasih. Kontrak setahun tapi dibuat magang,” jelasnya.

Anggota dprd Medan , Sudari. Foto Istimewa

Begitu juga diungkap 2 pekerja lainnya, Iqbal Lubis dan Anju. Mereka sangat berharap wakil rakyat dapat membantu mereka terkait persoalan ini.

Disebutkan mereka, hak service tax tidak pernah diberikan sejak mereka pertama kali bekerja di restoran tersebut. Begitu juga dengan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan.

“Padahal BPJS itu sangat penting buat kami, dalam melaksanakan tugas sebagai juru masak yang ada saja hal dapat membahayakan kami. Kena pisaulah dan terbakar di dapur,” ungkapnya.

Terkait laporan ketiga karyawan ini, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Medan Sudari menyebutkan, pihaknya akan melihat apakah perjanjian kerja mereka tercatat di Dinas Ketenagakerjaan, atau tidak.

Ketiganya telah mengadukan ke Disnaker prihal kejadian yang mereka alami. Namun, menurut mereka tidak mendapat jawaban yang pasti dari pihak perusahaan dan hak-hak tidak diberikan. Begitu juga status mereka di restoran itu tidak jelas sejak mereka tidak masuk 2 hari pasca lebaran kemarin.

  • Itp-04