Galian C Diduga Ilegal di Sei Balai Berdampak Buruk Bagi Warga

0
83
Alat berat beserta truk pengangkut tanah di areal galin c

Batu Bara-Intipnews.com:Maraknya aktivitas penambangan tanah atau galian c yang diduga tak memiliki izin tambang [ilegal] di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara terus berjalan.

Aktivitas penggalian tanah diduga ilegal tersebut dikemas sebagai mencetak sawah baru dengan menggunakan alat beras eskavator, lubang dengan genangan air seperti kolam besar.

“Hal tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, namun galian tanah ilegal juga berdampak buruk terhadap warga sekitar,” keluh Kepala Desa [Kades] Sei Balai Elfis Afianto, Jumat 7 Februari 2020, kepada wartawan.

Kades mengaku dirinya bolak balik didatangi warga terkait partikel debu dari kendaraan yang mengangkut tanah galian mengganggu warga. Lalu lalang truk pengangkut tanah galian c menimbulkan keresahan warga desa yang melewati akses jalan protokol Desa Sei Balai.

“Aktivitas truk pembawa tanah timbun menimbulkan debu yang mengganggu warga sepanjang 4 km,” terang Kades Elfis. Selain itu tanah yang diangkut truk yang terjatuh dan tercecer di badan jalan menimbulkan banyaknya debu hingga menjadi polusi udara.

Debu, lanjutnya, berdampak terhadap kesehatan warga sekitar yang berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas [ISPA], seperti batuk, sesak, pilek.

Masih menurut Kades, apabila hujan turun, ceceran tanah yang terjatuh dari atas truk menimbulkan risiko terjadinya kecelakaan, karena jalan menjadi licin.

“Warga berharap kepada instansi terkait janganlah tutup mata tentang galian tanah timbunan disinyalir tidak memiliki izin ini bebas beroperasi. Pihak terkait dapat melakukan tindakan, atau menutup  terhadap galian c yang sudah meresahkan warga,“ harap Kades.

Diungkapkan Kades Sei Balai, semua pihak seperti Camat, Kades Perjuangan, Kuala Sikasim dan Sei Balai serta pengusaha perlu duduk bersama mengatasi dampak buruk galian c terhadap warga atau masyarakat.

Sementara itu, Camat Sei Balai KRT Hanafi, SH yang dikonfirmasi wartawan mengaku baik camat maupun Kades tidak pernah mengeluarkan izin galian c. Kecuali, tukasnya, rekomendasi dari Kades mengenai alih fungsi lahan perkebunan ke lahan pertanian sawah yang ditujukan ke Dinas Petanian.

“Sampai sekarang Camat dan Kades tidak pernah mengeluarkan izin galian c kecuali rekomendasi alih fungsi lahan ke Dinas Pertanian,” ujar Hanafi.

Namun meski penambangan galian c yang dikemas dengan mendukung ketahanan pangan yang merupakan program nasional melalui pencetakan sawah telah berjalan sekitar 4 tahun, diakuinya belum memberikan kontribusi ke PAD Kabupaten Batu Bara.

“Galian c di Kecamatan Sei Balai belum menghasilkan PAD, tetapi demi mendukung program ketahanan pangan dibuktikan telah mencetak sekitar 100 ha sawah,” sebut Hanafi.

  •  Laporan Muhammad Amin