Medan-Intipnews.com:Melanjutkan, aksi demo di depan kantor Pembangkit Sumatera Utara [Kitsu] Medan, [15/11], hari ini ratusan massa mengatasnamakan Generasi Muda Gabungan Rakyat Indonesia [GM Gakari] kembali melakukan aksi damai [foto] di depan kantor PT Persero Pembangkitan Listrik Sicanang Sumatera Bagian Utara, Belawan, Kamis 28 November 2019.

Massa menuntut proyek Pembangkitan Listrik Tenaga Gas Uap [PLTGU Sicanang yakni Heat Recovery steam Generator [HRSG 2.2], dihentikan. Apalagi, pada 18 November 2019 di ketahui pipa tersebut mengalami kebocoran.

“Akibat dari pengelasan yang asal-asalan tersebut, pipa mengalami kebocoran, sehingga diduga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Dan mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar,” tegas koordinator aksi Zainudin.

Terhitung, hingga saat ini jadwalnya sudah molor diduga hingga 15 hari, dari scedul kerja. Dengan keterlambatan ini maka, dimungkinkan negara mengalami kerugian mencapai milliaran rupiah.

“Dengan rincian, jika 1 mega sekitar 500 jutaan perhari, kalau 60 mega [hasil pengerjaan pipa] di x 15 hari, sudah berapa ratus milar negara rugi, ” ujar zainudin dalam orasinya.

Tudingan pengerjaan proyek PLN Pembangkit Sektor Belawan ini tidak sesuai Standar Operasional Prosedur [SOP] dan Welding Procedure Specification [WPS],adalah benar, berikut dengan temuan di lapangan dan laporan masyarakat menguatkan dugaan tersebut.

Tak Satupun dari PT PLN Temui Massa

Sistem Joint Welding-nya tidak ada dalam WPS dan petunjuk dari Disnakertrans atau migas. “Terbukti kan, itu pipa lasan bocor,” teriak massa. Kalau tidak dihentikan, lanjut Zainudin dalam orasinya, akan mengakibatkan kerusakan material dan sistem kehandalan pembangkit. Akan lebih mudah bocor sebelum masa perawatannya.

Pengerjaan pipa yang dalam istilah kelistrikan disebut joint pipe jelas terlihat tidak rapi dan melanggar prosedur. Umumnya, jika yang mengerjakan proyek adalah perusahaan berkompeten di bidangnya yaitu perweldingan, maka joint pipe seperti itu tidak akan dilakukan. Dan jika dibiarkan, pasti semua akan hancur.

Untuk itu, GM Gakari meminta KPK RI, Divisi ciber pungli dan Kementrian terkait menyelidiki kasus ini. Dan menghentikan pengerjaan proyek untuk menghindari terjadinya kerugian negara yang lebih besar.

Meminta instansi terkait memutus kontrak kerja terhadap pekerjaan yang tidak profesional dan mengantongi sertifikat di bidangnya. Hingga aksi demonstrasi damai berakhir tidak satupun utusan dari PT PLN [Persero] Kitsbu yang menemui massa. Hanya petugas satuan pengamanan yang berdiri-berdiri di depan pintu gerbang yang ditutup.

  • Laporan IWO Medan
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini