Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin. Foto Istimewa

Paling utama, Sumut harus bisa memastikan Bansos berjalan tanpa penyelewengan. Karena di situlah benteng terakhir menjaga daya beli masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasarnya…

Intipnews.com:KUARTAL ketiga sebentar lagi akan berakhir, lebih kurang 1 minggu ke depan kita akan menutup kuartal ketiga ini sebagai tolak ukur untuk menghitung apakah kita akan masuk ke jurang resesi atau tidak. Meskipun sudah dipastikan kita akan masuk jurang resesi.

Akan tetapi seberapa buruk kita nantinya akan mampu keluar dari tekanan resesi tersebut. “Dari hasil kajian saya di lapangan, di bulan September ini denyut nadi perekonomian Sumatera Utara [Sumut] kembali melemah.

Medan yang menjadi episentrum penggerak ekonomi di Sumut, perlahan kemampuan motor penggerak ekonominnya berputar lebih lambat dibandingkan pasca ekonomi dibuka saat pelonggaran di pandemi Covid 19 diberlakukan,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Minggu 20 September 2020.

“Beberapa temuan saya menunjukan aktivitas di beberapa sektor jasa saat ini semakin mengecil dibandingkan sesaat setelah kebijakan pelonggaran PSBB di bulan Maret lalu. Layanan jasa transportasi ataupun jasa pengangkutan barang saat ini terus mengalami penurunan, meskipun masih tetap lebih baik dibandingkan dengan masa pemberlakukan PSBB sebelumnya. Tetapi aktivitas menurun tajam di bulan ini,” tuturnya, sebagaimana dilansir RMOL Sumut.

Beberapa responden seperti tukang angkut barang, jasa antar barang dan penumpang, hingga tukang becak mengeluhkan turunnya penggunaan jasa mereka. Sementara itu, jasa dari tukang bangunan juga mengalami penurunan tajam dalam dua bulan terakhir. Bahkan 1 dari 3 tukang bangunan ataupun buruh bangunan harus kehilangan pekerjaannya.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini