Hakim Medan Tewas di dalam mobil yang ditemukan dalam jurang menabrak pohon kelapa sawit. Foto Istimewa

Zuraida Hanum [41] isteri korban menyebutkan, tiga pekan sebelumnya rumah mereka diteror oleh orang tidak dikenal [OTK].

Medan-Intipnews.com:Hakim PN Medan yang ditemukan tidak bernyawa dalam mobilnya di jurang, setakat ini belum terkuak apa sebenarnya yang terjadi. Diduga hakim tersebut korban pembunuhan, namun siapa pelakunya?

Informasi dihimpun Intipnews.com, hingga Minggu 1 Desember 2019, Ketua Pengadilan Negeri [PN] belum bisa menyebut apa yang terjadi dengan Hakim PN Medan Jamaluddin. Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk mengungkap kasusnya.

Jamaluddin asal Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh tersebut ditemukan meninggal dunia di jurang Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara Jumat [29/11/2019].

Sempat Diteror OTK

“Kami berharap ini bisa tuntas. Tadi saat saya telepon keluarganya, mereka setuju korban diautopsi dan agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” kata Sutio Jumagi Akhirno, di RS Bhayangkara Medan, Jumat malam.

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, yang juga berada di RS Bhayangkara, menyebutkan pihaknya masih menyelidiki kasus kematian hakim tersebut.

Sebelumnya diberitakan Intipnews.com, Jamaluddin ditemukan warga dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam di jurang kebun kelapa sawit warga.

Menurut pengakuan Zuraida Hanum [41] isteri korban, tiga pekan sebelumnya rumah mereka di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Sumatera Utara, pernah diteror oleh orang tidak dikenal [OTK].

“Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak OTK diduga dengan cara menabrak menggunakan mobil,” kata Zuraida kepada wartawan di Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu 30 November 2019.

Suaminya Tidak Memiliki Musuh

Dengan sedih dan terharu, ia menceritakan kejadian tersebut sekira pukul 06.30 WIB saat semua anggota keluarga termasuk suami [korban] masih berada di dalam rumah dan bersiap memulai aktivitas.

Akibat perusakan tersebut, pintu pagar di bagian rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dibuka sama sekali. Namun, pelaku yang diduga merusak pintu pagar rumah mereka kebetulan tidak terekam kamera pengawas [CCTV] karena saat itu sedang rusak.

“Entah sengaja atau tidak, yang jelas pintu rumah kami terlihat sudah rusak. Namun, tidak tahu siapa yang melakukannya, sebab saat saya keluar dari rumah tidak ada orang di luar,” tutur Zuraida menambahkan.

Ia juga menceritakan, selama ini sang suami tidak pernah memiliki musuh atau merasa diteror oleh pihak yang diduga tidak sedang dalam perkara yang ditangani oleh suaminya di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara.

  • Laporan Didit Arjuna – Ronjas Panjaitan
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini