Harga di Nataru, Turun… Naik Meroket!

0
48

Medan-Intipnews.com:“Bulan Desember 2019, menyisahkan pola kenaikan harga yang sangat fluktuatif. Harga di natal tahun baru [Nataru] sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di dua pekan pertama Desember bergerak stabil dengan kecenderungan turun.

Namun mendekati 2 pekan selanjutnya hingga Natal dan menjelang tahun baru, harga secara tiba-tiba naik meroket sangat signifikan. Misalnya bawang merah, yang harganya selama 2 pekan pertama dijual Rp28 ribuan perkg, meroket di pekan ketiga menjadi Rp32 ribu per kg.

Hal itu dikatakan Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, namun secara rata-rata harga bawang merah di Desember sejauh ini masih terpantau stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin

Bahkan sedikit lebih rendah. Kalau di November rata-rata harga bawang merah itu Rp30.400 perkg, sejauh ini di bulan Desember sebesar Rp30.200 perkgnya. Seirama dengan bawang merah, bawang putih justru mengalami rata rata penurunan harga yang sangat signifikan.

Rata-rata bawang putih dijual dikisaran Rp30.800 di November, dan bulan ini harga harga bawang putih dijual Rp28 ribuan perkg. Turun sekitar Rp2.000-an perkg.

“Saya menilai, seandainya tidak terjadi musim kemarau berkepanjangan sebelumnya di Jawa, harga bawang merah di bulan Desember ini sangat berpeluang mengalami penurunan yang besarannya tidak jauh berbeda dengan bawang putih,” katanya, Senin 30 Desember 2019.

Harga Daging Ayam Meroket

Di antara sejumlah kebutuhan pangan tersebut, harga cabai merah mengalami fluktuasi yang sangat tajam. Di pekan pertama harga cabai merah dijual di kisaran Rp24 ribu, selanjutnya naik menjadi Rp28 ribu hingga pekan ketiga.

Dan di pekan terakhir, harga cabai merah dijual Rp36 ribu. Ada lonjakan harga sebesar 50% jika membandingkan harga cabai merah di pekan pertama dengan pekan terakhir.

“Akan tetapi, secara rata-rata, harga cabai merah di Desember ini masih lebih rendah dibandingkan dengan bulan November. Di November harga cabai merah dijual di kisaran Rp34.600 perkg, saat ini harga cabai merah dijual Rp27 ribuan per kg.

Dijelaskan Gunawan, hal yang sama juga ditunjukan oleh cabai rawit yang harganya turun signifikan. Di November harga cabai rawit dijual dikisaran Rp37 ribuan, di bulan ini sekitar Rp26 ribuan perkg, turun sekitar Rp10 ribuan perkg.

“Sehingga saya berkesimpulan komoditas cabai akan menyumbang deflasi di bulan ini. Ada yang unik dibulan ini, terjadi lonjakan harga daging ayam satu hari menjelang natal. Harga daging ayam meroket menjadi Rp36 ribuan per kg secara tiba-tiba,” ungkapnya.

Angka Inflasi di Bawah Target

Dia menduga, kenaikan harga daging ayam ini tidak terlepas dari permintaan pasar yang signifikan dari yang merayakan natal. Dan saya berkesimpulan, ada perubahan pola konsumsi dari daging babi ke daging ayam.

Ini menunjukan masyarakat masih takut mengkonsumsi daging babi seiring dengan masih merebaknya virus yang menyerang babi sehingga banyak babi yang mati. Padahal bulan desember ini pasokan daging ayam di Sumatera Utara [Sumut] surplus, sayang harganya terpaksa naik.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan Sumut SUMUT kembali mencetak deflasi di bulan ini. Angkanya akan di bawah kisaran 0.5%. Meskipun hitung-hitungan inflasi ini masih menyisahkan dua hari kerja hingga tahun baru nantinya. Ditambah dengan belum dikalkulasikan untuk harga tiket pesawat maupun tempat rekreasi.

“Meskipun masih terlalu dini, namun saya mengucapkan selamat, dimana inflasi angkanya masih di bawah target Bank Indonesia sebesar 3.5% minus 1%,” pungkasnya. *Itp-03

  • Bagikan Berita Ini

#intipnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini