Hasil Survei, Masyarakat Oke Bobby-Gibran Maju di Pilkada

101
Gibran Rakabuming & Bobby Nasution. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Lembaga Survei Indo Barometer menyebut, sebagian besar masyarakat [publik] dapat menerima [oke] Bobby Nasution menantu Presiden Joko Widodo [Jokowi] maju di Pilkada Medan dan Gibran Rakabuming yang hendak maju di Pilkada Solo September 2020. nanti.

Dalam survei yang dilaksanakan pada 9 sampai 15 Januari 2020, sebanyak 67,5 persen responden setuju. Responden yang menyatakan sebaliknya hanya 23,7%. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan ada lima alasan utama publik dapat menerima pencalonan Gibran.

Pertama, sebanyak 49,4%, beralasan semua WNI berhak dipilih dan dipilih. Kemudian hak ikut berdemokrasi 13,9%, tidak masalah jika yang bersangkutan memenuhi syarat pencalonan 13,7%. Dan alasan melanjutkan kiprah Jokowi yang pernah menjabat Walikota Solo 9,4%.

“[Alasan] Gibran mempunyai kepribadian dan kemampuan yang baik sebanyak 7,7%, ” kata Qodari saat memaparkan temuan survei di Jakarta, Minggu 16 Februari 2020. Sementara lima alasan utama publik tidak dapat menerima pencalonan Gibran adalah ia dianggap belum berpengalaman dalam pemerintahan 37%, dinasti politik 28,1%, masih banyak calon yang lain yang lebih kompeten 12,3%.

Masih terlalu muda 8,9%. “Sebanyak 6,8% publik menilai Gibran dapat menimbulkan kontroversi,” tambah Qodari. Selain Gibran, Bobby Nasution, menantu Jokowi yang mau mau di Pilkada Medan, juga disurvei. Sama seperti Gibran, mayoritas responden 69,4% juga mengaku tak masalah.

“Publik yang tidak dapat menerima sebanyak 21,9%,” tambahnya. Lima alasan utama publik dapat menerima Bobby karena warga negara Indonesia berhak memilih dan dipilih 49,5%, tidak masalah jika Bobby memenuhi syarat pencalonan 17,9 %, hak berdemokrasi 17,6 %.

Mempunyai kepribadian dan kemampuan yang baik 5,7%, dan tidak melanggar hukum 2,9%. Sebaliknya, Bobby dianggap bermasalah maju sebagai balon Walikota Medan karena itu termasuk dinasti politik 45,5%, belum berpengalaman dalam pemerintahan 28,4% masih banyak calon yang lain lebih kompeten 11,4%, dapat menimbulkan kontroversi 5,7%.

“Sebanyak 4,5% publik menyarankan agar Bobby tidak di jalur politik,” sebut Qodari kepada wartawan. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar kurang lebih 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. *Itp-02