Tersangka saat konferensi pers di Polres Nias

Nias-Intipnews.com:Rencana awal resividifis kasus penganiayaan Ferlinus Gulo mendatangi rumah DZ alias Ama Jeri sambil membawa parang, untuk balas dendam karena dia pernah dimasukkan ke dalam penjara karena membacok punggung DZ tahun 2017.

“Ferlinus Gulo baru keluar dari penjara tahun 2019, dan sangat dendam terhadap DZ, sehingga kerap mengancam akan membunuh DZ,” ungkap Kapolres Nias AKBP Wawan Kurniawan, S.Ik pada temu pers di Mapolres Nias, Selasa 10 November 2020.

Sebelum kejadian menurut Kapolres Nias, korban DZ melewati rumah tersangka di Desa Gajah, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Minggu 1 November 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketika melewati rumah tersangka sambil bawa parang, korban sempat memarahi anak tersangka yang sedang bermain di depan rumah. Lalu korban Ferlinus Gulo berteriak teriak di depan rumah tersangka sambil memanggil manggil nama tersangka agar tersangka keluar dari rumah untuk dibunuhnya.

Tersangka DZ yang berada di dalam rumah kemudian keluar dan menghampiri korban Ferlinus Gulo yang memegang sebilah parang sambil bertanya apa mau korban.

“Ketika tersangka telah dekat, korban mengayunkan parang tersebut kepada tersangka, tetapi berhasil ditangkis tersangka. Kemudin tangan korban yang memegang parang diarahkan ke leher korban sehingga parang yang berada di tangan korban melukai lehernya sendiri,” terangnya.

Tidak puas dengan aksinya, tersangka DZ merebut parang milik korban dan membacok leher korban beberapa kali hingga korban tersungkur. Tersangka kemudian masuk ke dalam rumahnya dan kembali keluar membawa parang yang lebih kecil dari milik korban lalu kembali membacok korban dengan parang tersebut hingga tewas.

Melihat korban telah tewas, tersangka DZ kembali ke dalam rumah memberitahu istrinya bahwa dia telah membunuh korban dan kemudian mendatangi rumah kepala desa untuk diantar ke kantor Polisi terdekat menyerahkan diri. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 338 yunto pasal 351 ayat 3 Kuhpidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

  • Laporan Irwanto Hulu


TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini