Honor Kecil dan Insentif ‘Digotap’, Ngadu ke DPRD

0
101
Suasana RDP guru honor Kota Medan dengan Komisi 2 DPRD Medan

Medan-Intipnews.com:Sejumlah puluhan guru honorer yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri [SD-SMP] dari berbagai sekolah di Kota Medan, yang honornya sangat kecil dan insentif ‘digotap’ [dipotong-diputus] sekitar 75 % mengadukan nasibnya ke komisi 2
DPRD Medan.

Puluhan guru honor itu berharap ada perhatian dari pemerintah Kota
Medan khususnya Dinas Pendidikan Kota Medan. Guru honorer ini datang
di bawah naungan Forum Guru Honorer Indonesia [FGHI] Kota Medan
diketuai Fahrul Lubis.

Mereka yang bersama Sekretaris, Nita Novianti Harahap, Bendahara, Hidayahsyah datang ke DPRD Medan diterima Ketua Komisi 2 DPRD Medan, Aulia Rahman, Wong Chun Sen, Modesta Marpaung, Janses Simbolon,
Sudari, Afif Abdillah dan lainnya, Senin 3 Februari 2020.

Aulia Rahman serius mendengarkan keluhan perwakilan guru honor Meriana Hasugian yang tergabung di FGHI Medan. Sebagai guru honor di SDN 060901 Kelurahan Polonia, selama 6 tahun hanya menerima honor Rp 700 ribu.

Dia hanya diberi SK dari kepala sekolah yang rawan diubah setiap saat. Sementara, Ika [37] mengajar di SMPN 23 Medan sudah 9 tahun dengan status guru honor. “Saya mengajar IPA pak, perlessnya mendapat
honor Rp 30 ribu, total sebulannya mendapat honor Rp 700 ribu,” tuturnya.

Sesuai lama mengabdi dikatakan akan mendapatkan insentif sebesar Rp 1
juta perbulan, setahun seharusnya mendapat Rp12 juta sebelum dipotong pajak. Namun jelas Ika, hanya menerima insentif tersebut sebesar Rp250 ribu perbulan. “Selama satu tahun di 2019 saya hanya menerima Rp 2.800
ribu,” ungkapnya.

Pada RDP itu Aulia Rahman belum dapat memberikan solusi atas pengaduan penderitaan para guru honor ini. Sebab, Plt Kepala Dinas Pendidikan Medan, Masrul Badri tidak hadir pada RDP di komisi 2 ini. *Itp-03

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini