Imbauan Pemko Tebingtinggi, Pedomani SE Menteri Agama Beribadah di Ramadan Ini

0
6
Jubir Pemko Tebing Tinggi Dedi Parulian Siagian

TebingtinggiIntipnews.com:Pemko Tebing Tinggi melalui juru bicara [Jubir] Dedi Parulian Siagian, menyampaikan imbauan terkait panduan pelaksanaan Ibadah di bulan suci Ramdaan 1442 H di rumah dinas Walikota Tebingtinggi, Sabtu 10 April 2021.

“Dalam situasi Pandemi Covid19, Pemko Tebingtinggi mngimbau masyarakat Tebingtinggi mempedomani panduan beribadah selama bulan Ramadan 1442 H, agar sesuai dengan protokol kesehatan [Prokes], sebagaimana Surat Edaran [SE] Menteri Agama No. 03 Tahun 2021 tentang panduan ibadahbulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H,” kata Dedi siagian.

“Sesuai SE Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas No. 03 Tahun 2021, berikut panduan beribadah bagi Umat Islam di Kota Tebing tinggi selama Bulan Ramadan 1442 H.

  1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai Hukum Syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama; 2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
  2. Kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan; 4. Pengurus masjid/mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:
    a. shalat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushla dengan menerapkan Prokes secara ketat.

Menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing; b. pengajian/ceramah/taushiyah/kultum ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit; c. peringatan nuzulul quran di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

  1. Pengurus dan pengelola masjid/mushola sebagaimana angka 4 [empat] wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaa. Seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala, menggunakan masker, menjaga jarak aman.
  2. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan; 7. Vaksinasi Covid 19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia [MUI] Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksinasi Covid 19 saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya;
  3. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah [ZIS] serta Zakat Fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional [BAZNAS] dan Lembaga Amil Zakat [LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa;
  4. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.
  5. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunnah;
  6. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid19 semakin negatif [mengalami peningkatan] berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

“Panduan ini kami sampaikan agar dapat dilaksanakan oleh masyarakat yang menjalankan ibadah Ramahan tahun ini. Kami harapkan kerja sama dari seluruh pihak agar protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi kita dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” tuka Jubir Pemko Tebing Tinggi Dedi Siagian yang juga Kepala Dinas Kominfo. * Itp-04