Independensi Pers & Makan Malam

0
199

Catatan AS ATMADI

Intipnews.com:BELUM lama ini Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, “Silakan kritik karena pemerintahan yang sehat, pemerintahan demokratis yang sehat itu yang memang terbuka terhadap kritik. Oleh sebab itu presiden menyatakan silakan kritik kalau memang diperlukan perbaikan bagi pemerintahan.”

Kalimat itu jika dicermati adalah bagian dari demokrasi yang esensial. Sangat siknifikan dengan tugas wartawan, sesuai dengan fungsi pers yang dilindungi undang-undang, yaitu melaksanakan sosial kontrol.

Dan sosial kontrol itu merupakan pengejawantahan [embodiment] dari perwujudan sikap dan pendirian wartawan yang menjunjung tinggi kebebasan pers di tengah masyarakat. Demokrasi adalah jawaban yang sebenarnya bagaimana pers bisa ikut mengawasi sepak terjang, tindakan dan kebijakan pemerintah, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Maka senantiasa ada signal, kemerdekaan pers dilarang untuk diintervensi. Sebagaimana kita punya pengalaman teramat pahit ketika pers diintevensi dan dihegemoni [dominasi kekuasaan] Ordebaru berpuluh tahun lamanya, sangat menyesakkan dada hingga meledak bersama reformasi melawan semua itu.

Di era reformasi dan globalisasi sekarang ini, pemerintah harus menjamin hak-hak dasar warganegara, dan pers merdeka demi kepentingan civil rights, bebas dari otoriterian seperti rezim Ordebaru. Tetapi, di era saat ini sering terjadi anomali dalam praktik di pemerintahan sehari-hari saat berhadapan dengan abdi jurnalistik.