Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin saat menjelakan peristiwa pembunuhan Hakim PN Medan. Otak pembunuhan ZH [tengah]

Saat eksekusi, ZH [istri] berbaring disamping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya.

Medan-Intipnews.com:Kematian hakim Pengadilan Negeri [PN] Medan Jamaluddin, diungkap Kapolda Sumatera Utara [Sumut] Irjen Pol Martuani Sormin. Almarhum Jamaluddin dibunuh dengan cara dibekap dirumahnya sendiri.

Selanjutnya, mayat Jamaluddin dibuang dengan barang bukti mobil Toyota Prado di kawasan kebun kelapa sawit Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara. “Korban tewas dengan cara dibekap di rumahnya, setelah itu TKP dikaburkan dengan cara mayat korban dibuang di perkebunan sawit,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Rabu, 8 Januari 2020.

Otak pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin yakni ZH yang merupakan istri korban, bersama JP dan RF [eksekutor]. Ketiganya kini berstatus tersangka dan sejak hari ini dilakukan penahanan oleh penyidik.

Kapolda menjelaskan motif pembunuhan masih didalami namun pastinya karena masalah rumah tangga, terkait perselingkuhan. “Kita tidak bisa pastikan motifnya, dari Labfor diketahui masalah rumah tangga, dan ini pembunuhan berencana,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui tersangka ZH memberikan uang sebesar 2 juta rupiah pada RF untuk membeli handphone, sepatu, baju kaos dan sarung tangan. Menurut Martuani Sormin, saat ini tersangka hanya tiga orang, tidak ada tersangka lainnya. Untuk upah yang didapatkan pelaku juga masih didalami.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini