Ini Cerita Anggota DPRD Medan 2 Kali Batal Berangkat Haji

0
125
Ini cerita anggota DPRD Medan Mulia Asri, 2 kali batal berangkat haji. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com:Pemerintah Indonesia resmi membatalkan pemberangkatan jamaah calon haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021. Keputusan itu sesuai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 tahun 2021 pada 3 Juni 2021.

Batal berangkat haji ini bagi anggota DPRD Medan, Mulia Asri Rambe merupakan pembatalan kali kedua. Setelah Indonesia tidak mengirimkan jamaah haji ke Arab Saudi.

Diketahui, pembatalan oleh pemerintah ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Bagi Mulia Asri Rambe, dirinya batal menunaikan rukun Islam kelima ini, politisi Golkar ini mengaku tak mempermasalahkannya.

Sebelumnya dia berencana musihm haji tahun ini akan berangkat ke tanah suci bersama istrinya. “Gagal lagi, setelah tahun juga tertunda. Sudah diumumkan menteri agama,” kata Mulia ASri akrab di sapa Bayek, Jumat [4/6/2021].

Sejak awal, ungkapnya, dirinya sudah pasrah ditunda, lantaran melihat penyebaran Covid 19 yang semakin meluas. “Saya pribadi, sebelum diumumkan Menteri Agama, saya berharap keberangkatan jamaah calon haji ditunda dulu.

Menurutnya, yang namanya ibadah mesti khusuk, mengingat di sana kita mikirkan takut dekat orang, ini akan terus jadi pikiran kita. Jadi, saya sangat setuju atas kebijakan pemerintah ini,” ucapnya.

Bayek pun ikhlas terhadap dengan keputusan Pemerinta RI itu. Ia menyebut enggan memikirkan bagaimana kelanjutan pemberangkatan hajinya untuk tahun mendatang.

“Banyak pertanyaan, kenapa yang harus giliran kita ditunda, uang yang sudah disetor belum diambil, dan gagal lagi, menunggu setahun bagaimana tentang dana. Menurut saya, ke sana itu ibadah, pasti Pemerintah punya niat bagus,” katanya.

Dengan 2 kali tertunda, ucapnya, dirinya pribadi merasa kalau niat itu baik, sudah tercatat oleh Allah Swt, walaupun belum terlaksana. Beda dengan niat buruk, dilakukan dulu baru dapat dosa.

Kepada calon jamaah haji yang batal berangkat, Bayek meminta untuk bersabar. Ia yakin, akan ada hikmah datang atas keputusan Pemerintah ini.

Pasca pembatalan itu, sampai saat ini, Bayek mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Kanwil Kemenag Sumut. “Mungkin sedang proses. Yang jelas kita sudah lihat dari Menteri, turunannya kan tinggal menunggu saja, pasti ada,” tuturnya.

  • Itp-04