Tengku Zulkarnain & Megawati Soekarnoputri. Foto Istimewa

“Justru anak muda yang lakukan demo itulah mereka yang sangat responsif. Kasihan nasib milenial NKRI. Sudah ketiban utang 20,5 juta rupiah perjiwa, malah dituduh dimanjakan pula… “

Jakarta-Intipnews.com:Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyinggung kaum milenial, yang dianggapnya sejauh ini hanya demo, salah satunya menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mega justru mempertanyakan sumbangsih kaum milenial untuk negara. Mega dalam kesempatan itu juga meminta Presiden Jokowi tak memanjakan kaum milenial saat ini,Rabu [28/10].

Muncul reaksi menggapi hal itu, salah satunya datang dari mahasiswa UI Fajar Adi Nugroho [22]. Dia menyayangkan sikap para elite partai dan pemerintahan yang sering kali meremehkan gerakan anak muda. Padahal kata Fajar, aksi unjuk rasa turun ke jalan demi memperjuangkan hak rakyat. “Ini bukti dari amalan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Fajar.

Sebaliknya, Fajar mempertanyakan generasi senior yang hanya diam melihat rakyat sengsara. Pernyataan Megawati dipandang bisa jadi blunder [kesalahan] lantaran salah alamat. Lalu pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyebut Mega salah alamat jika peryataan tersebut disampaikan ke kaum milenial.

“Justru anak muda yang lakukan demo itulah mereka yang sangat responsif,” kata Ujang, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Kamis [29/10]. Para milenial, kata Ujang, bergerak melihat situasi bangsa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

“Demo itu kan salah satu cara anak muda untuk mengungkapkan kegelisahan atas nasib bangsa. Atas kegelisahan disahkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja,” kata dia.

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno justru meminta agar Mega mestinya mengingat sejarah. Salah satunya tentang perubahan dan sejarah Indonesia berdiri sebagai negara demokratis merupakan sumbangsih para pemuda atau saat ini dikenal milenial di masa lalu.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini