Petani saat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian di depan istana. Foto Istimewa

“Bertahun-tahun sengketa tanah telah kami adukan ke Bupati Deliserdang, DPRD Deliserdang, BPN, sampai DPRD Sumut dan Gubsu, tapi tak selesai. Kami ingin bertemu Presiden…”  

Jakarta-Intipnews.com:Setelah berbulan jalan kaki menuju Istana Negara, ratusan petani Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara bentrok dengan aparat kepolisian di depan Istana Negara, Rabu 26 Agustus 2020.

Massa yang tergabung dalam Gerbang Tani ini sempat saling dorong dengan aparat kepolisian yang mengawal aksi. Informasi dihimpun Intipnews.com, ratusan petani yang mengenakan topi tani berteriak histeris saat terjadi dorong-dorongan dengan polisi. “Kami sudah capek. Kami sudah capek Pak Presiden,” teriak massa petani.

Namun aksi saling dorong tidak berlangsung lama, koordinator aksi Aris Wiyono kemudian menenangkan para petani. Diinfomasikan, kedatangan mereha merupakan aksi lanjutan. Aris Wiyono menegaskan, aksi hari ini bertujuan untuk mendesak pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk memberikan kepastian hukum terhadap konflik agraria terkait petani di wilayah Simalingkar dan Sei Mencirim.

Pada aksi Senin kemarin [24/8], para petani dijanjikan utusan Istana yang diwakili oleh Deputi 4 KSP bahwa tuntutan mereka akan diselesaikan dalam dua hari. Oleh sebab itu, hari ini mereka kembali berharap kepada Kepala Negara agar konflik antara petani dua desa tersebut dengan PTPN 2 dapat kepastian hukum.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini