Jalan Palas-Madina dari 6 Jam Jadi 1 Setengah Jam Saja, Ini Caranya

176
Jalan Palas-Madina dari 6 Jam Jadi
Jalan Palas-Madina dari 6 jam jadi 1 setengah jam saja

PalasIntipnews.com:Jalan Palas-Madina dari 6 jam jadi 1 setengah jam saja, ini caranya. Masalah jalan dari Kabupaten Padanglawas [Palas] menuju Kabupaten Mandailing Natal [Madina] Sumatera Utara [Sumut], selama ini belum ada akses jalan yang memadai.

Sehingga masyarakat Palas harus melalui lintas timur Sumut dengan jarak tempuh sekitar 6 jam [210 km] bila ingin ke Penyabungan Madina. Padahal jarak Sibuhuan [ibukota Palas] ke Penyabungan, sekitar 60 km.

Jalan Palas-Madina, informasi diterima redaksi Intipnews.com, Rabu 16 Juni 2021, jalur ini sebenarnya telah dibuka Edy Rahmayadi saat menjabat sebagai Pangdam I/BB tahun 2017, namun terhenti. Hingga saat ini masyarakat masih memanfaatkan jalur Sibuhuan ke Penyabungan menggunakan sepeda motor.

Kondisi jalur ini 60% masih tanah dan sisanya jalan pengerasan. Jalannya yang beraspal hanya sampai desa Hapung bila dari Sibuhuan. Jalur ini belum bisa dilalui kendaraan roda 4 karena masih terdapat bukit yang cukup tinggi.

Gubernur Sumatera Utara [Gubsu], Edy Rahmayadi menargetkan masalah ini bisa teratasi di tahun 2022 melalui pembangunan jalur trans Padanglawas-Mandailing Natal.

Dengan dibukanya jalur trans Palas-Madina jarak tempuh Sibuhuan-Penyabungan kurang lebih menjadi 1 jam 30 menit. Gubsu Edy mengungkap hal itu didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, usai meninjau jalur alternatif Sibuhuan-Penyabungan di Desa Hapung, Padanglawas, Selasa [15/6/21].

“Jalur ini penting bagi masyarakat Sibuhuan dan Penyabungan, terutama Desa Hapung,” kata Gubsu, setelah menuruni jalan alternatif yang curam berbatu bersama wakil Bupati Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu.

Menurut Kepala UPT Jalan dan Jembatan Gunung Tua Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut Marlindo Harahap, jalur ini akan melalui Desa Hapung, Sopo Jaring, Aek Namate dan Oabuar [28,6 km] untuk area Kabupaten Palas.

Sedangkan untuk daerah Madina antara lain Aek Nabara, Batu Layap, Aek Gorsing dan Pagur [38,87 km]. “Kita kurangi kecuramannya, kita perbanyak pengerasan jalan, paling tidak jalan bisa dijalani roda 4,” ucap Marlindo saat di tepi Sungai Wisata Batu Masorpi yang jernih.

Menurut warga setempat Pangaribuan Hutasuhut [52], selama ini masyarakat lebih memilih ke Kecamatan Rao, Sumatera Barat [Sumbar] untuk jual-beli, karena aksesnya sedikit lebih baik ketimbang ke Pagur.

  • * Itp-04