Jujur dan Adil di Tengah Pandemi Covid 19

0
4
Ilustrasi. Istimewa

Catatan Achmad Effendy

Intipnews.com:RAMADAN telah berlalu, dan di suasana Hari Raya 1 syawal 1442 H, hingga saat ini virus corona masih mengancam. Telah banyak pahlawan-pahlawan kemanusiaan berpulang kerahmattulah, akibat terpapar Covid 19.

Kapan berakhirnya bencana ini?. Hanya Allah yang bisa menghentikanya, namun harus diiringi kesadaran kita semua sesuai imbauan Pemerintah menjaga kesehatan dengan mematuhi protocol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.

Mari kita taati imbauan Pemerintah, insya Allah kita bisa terhindar dari bencana penularan Covid 19. Berkaca dari peristiwa Covid 19 ini, mari kita membagun kesadaran, dan berbuat sesuatu yang lebih baik lagi.

Para pemangku jabatan dari atas sampai ke paling bawah, memperbaiki yang kurang dari sebelumnya. Berbuatlah adil jujur dan amanah kepada rakyat di republik ini. Jangan lagi berbuat se wenang-wenang demi kepentingan golongan, dan pribadi.

Coba lah mau melihat, mendengar keluhan masyarakat yang kurang mendapat keadilan. Bencana corona mungkin juga ujian bagi kita semua, yang mungkin selama ini banyak ketidakadilan, serta penindasan hak azasi manusia di muka bumi, dan di Indonesia ini.

Berkaitan virus corona pemerintah telah mengelontorkan dana ratusan miliar, bantuan ke masyarakat yang tetkena dampak Covi 19.
Namun masih ada yang tidak tersentuh oleh bantuan, jauh dari rasa keadilan akibat salah sasaran.

Atau luput dari pendataan yang tidak memihak kepada masyarakat lemah berpenghasilan rendah dengan sebagai buruh, petani, penjual yang jasa saat ini terdampak serius Covid 19.

Kalau pejabat pemerintah, termasuk PNS masih ada yang diharapkan setiap bulan, tapi bagaimana nasib masyarakat yang tidak lagi bekerja? Ekonominya terpukul akibat Covid 19. Mereka menunggu bantuan Pemerintah, sambil merintih, kurang makan.

Maka para pemangku jabatan di atas, sampai ke paling bawah, ayolah berbuat adil dan jujur serta amanah di tengah pandemi Covid 19. Jangan lagi mengunakan kekuasaan hanya untk kepentingan golongan, atau pribadi, sesuai anjuran Presiden RI Joko Widodo. “Suarakan kebenaran.” Dengan tanpa rasa takut, saat melihat ketidakjujuran, di sekitarmu.