Soal ijazah Wakil Ketua DPRD. “Sudah dijadwalkan Selasa siang akan ekspose progress kasus tersebut ke media, supaya masyarakat jelas,…”

 

Gunungsitoli-Intipnews.com:Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, meminta masyarakat tidak menyebarkan berita bohong  penanganan kasus ijazah Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Herman Jaya Harefa, S.PdK.

“Jangan sebarkan berita bohong, kami penyidik masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan hasil gelar perkara terakhir tidak demikian,” ucap Kapolres Nias pada kolom komentar pada status facebook SM yang membagi link berita pada grup facebook Top News, Kamis 6 Februari 2020 [foto].

Kapolres Nias yang dikonfirmasi terkait komentarnya tersebut pada status akun facebook SN, Sabtu 8 Februari 2020, dia memberitahu sudah dijadwalkan pada hari Selasa 11 Februari 2020 akan dilakukan ekspose progress kasus tersebut kepada media.

“Sudah dijadwalkan hari Selasa siang sekembali saya dari Jakarta, akan ekspose progress kasus tersebut ke media, supaya masyarakat jelas dan gak dibodohi dengan oknum-oknum tertentu,” jelasnya.

Trimen Harefa, penasehat hukum Herman Jaya Harefa, Sabtu, menerangkan dia dari awal mengikuti kasus tersebut  ini menjadi penasihat hukum Herman Jaya Harefa.

“Sudah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dalam kasus ini secara objektif dan bahkan penyidik sudah memeriksa pihak pihak sekolah dimana Herman Jaya Harefa menyelesaikan studi,” ungkapnya.

Sekolah menyatakan Ijazah Herman Jaya Harefa asli dan sesuai prosedur, sehingga dilakukan gelar dan keputusan gelar di poldasu dihentikan atau SP3.

“Saya pikir komentar Kapolres Nias pada akun SM yang membagikan link berita terkait penanganan kasus tersebut sudah tepat dan benar, kan beliau atasan penyidik yang mengantongi bukti dan keterangan secara  lengkap,” ucap Trimen Harefa.

Dia juga menegaskan jika surat Ombudsman Republik Indonesia tidak bisa dijadikan satu dasar memvonis orang bersalah. Surat tersebut hanyalah salah satu dokumen tambahan saja bagi penyidik.

“Dan hemat saya justru komentar beliau dan tanggapan para pelapor sudah menjadi satu peristiwa hukum baru atas dugaan tindak pidana mendistribusikan berita bohong. Inikan delik umum, jadi Polisi bisa langsung bergerak memanggil SN dan kawan kawan,” ujarnya.

Disebut Trimen, bahkan kita justru mendesak kembali komitmen Kapolres Nias akan penindakan hukum kepada pelaku penyebar berita bohong/ informasi tidak benar. “Saya sendiri akan terus memantau kasus ini sebagai mitra penegak hukum,” tuturnya.

* Laporan-Irwanto Hulu

 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini