Kapolri Minta Maaf, dan Cabut Larangan Penyiaran Kekerasan Aparat Kepolisian

0
219
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto Istimewa

Wartawan senior As Atmadi: Kalau ada sensor berita dan larangan menyiarkan peristiwa, hal itu esensinya akan bertentangan dengan kontitusi terkait pers.

JakartaIntipnews.com:Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo minta maaf terkait surat telegram larangan penyiaran kekerasan aparat kepolisian. Listyo Sigit Prabowo mencabut telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 terkait larangan menyiarkan tindakan arogansi aparat kepolisian.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram [ST] yang mengatur soal pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan yang dilakukan polisi/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik.

Ada 11 poin yang diatur dalam telegram Kapolri itu, salah satunya media dilarang menyiarkan tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Karena itu, media diimbau menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas, tapi humanis.

Menurut Jenderal Listyo Sigit, pencabutan ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat. Awal dibuatnya surat telegram tersebut, ia meminta agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan.