Karena Virus Corona, Tak Ada Shalat Jumat di Iran

65
Ilustrasi. Istimewa

Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumen Ebtekar adalah satu di antara 254 orang yang terinfeksi virus corona di negara Timur Tengah,  setelah menewaskan 26 orang.

Iran-Intipnews.com:Pemerintah Iran mengambil langkah-langkah pencegahan menyusul penyebaran virus corona [COVID-19] yang masif di negara tersebut. Salah satu langkahnya adalah meniadakan [tak ada] shalat Jumat pekan ini.

Sebagaimana dilansir Reuters, Jumat 28 Februari 2020, angka kematian akibat virus corona di Iran telah mencapai 26 orang, sementara jumlah penderita berada di angka 245 orang.
Di antara yang tertular COVID-19 adalah para pejabat, antara lain wakil presiden untuk perempuan dan urusan keluarga Iran Masoumen Ebtekar dan Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi.

Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumen Ebtekar adalah satu di antara 254 orang yang terinfeksi virus di negara Timur Tengah itu, di mana telah menewaskan 26 orang.

Tidak adanya shalat Jumat dilakukan agar masyarakat tidak berkumpul di satu ruangan dalam satu waktu. Langkah ini diumumkan oleh pemerintah 23 kota di 31 provinsi Iran, termasuk di antaranya ibu kota Teheran dan kota suci Syiah, Qom.

Selain itu, Iran juga melarang warga China masuk ke negara mereka. Warga Iran juga diimbau untuk tidak bepergian dulu, baik di dalam maupun ke luar negeri.
Peningkatan jumlah penderita dan angka kematian di Iran sangat pesat, padahal kasus pertama baru tercatat pada 19 Februari lalu.

“Dalam 24 jam terakhir, kami mengkonfirmasi ada 106 kasus baru. Angka kematian mencapai 26 orang,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpur.
Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan ada larangan baru di Qom dan Mashhad, kota suci umat Syiah. Dalam larangan itu, peziarah di situs-situs suci diharapkan segera keluar setelah beribadah.

Masyarakat Iran mengenakan masker ketika berjalan di Teheran. Foto Istimewa

“Dilarang berkumpul di dalam situs-situs,” kata Namaki. Presiden Hassan Rouhani mengatakan Rabu lalu Iran tidak akan melakukan karantina dan isolasi terhadap kota-kota dengan penderita virus corona.

Namun pemerintah Rouhani telah membatalkan beberapa turnamen olahraga, pagelaran budaya, dan konferensi dalam beberapa pekan ke depan.