Kekerasan Terjadi, SMSI Minta Kapolri Lindungi Wartawan

0
116
Kekerasan Terjadi, SMSI
Kekerasan terjadi, SMSI minta Kapolri lindungi wartawan. Zulfikar Tanjung

MedanIntipnews.com:Kekerasan terjadi, SMSI minta Kapolri lindungi wartawan. Belakangan kekerasan terhadap wartawan terus terjadi, untuk ini Serikat Media Siber Indonesia [SMSI], Sumatera Utara [Sumut] meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit memberikan perlindungan para wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Hal itu disampaikan Ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung kepada Intipnews.com, 1 Juli 2021 di saat peringatan hari ulang tahun [HUT] Bhayangkara ke 75. Terkait meningkatnya kasus kekerasan terhadap wartawan hingga pembunuhan, Zulfikar meminta Kapolri melakukan penindakan tegas.

Tindakan tegas itu dilakukan terhadap siapa pun, anggota masyarakat, maupun oknum-oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan terkait kerja jurnalistik. “Termasuk apabila tindak kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum bawahan atau jajaran Polri,” ungkap Zufikar.

“Kita yakin apa pun bentuk kekerasan terhadap wartawan, sesungguhnya tidak disetujui pimpinan-pimpinan Polri. Tetapi hal itu terjadi dilakukan oleh masyarakat umum dan oknum-oknum aparat. Untuk itu kami meminta perlindungan kepada Polri. Ke mana lagi kami minta perlindungan, kami cuma punya pena dan tak bersenjata,” tukas Zulfikar Tanjung.

Kekerasan terjadi, SMSI Minta Kapolri lindungi Wartawan. Selain itu tak luput Zul juga berpesan kepada wartawan yang tergabung di SMSI melalui medianya, supaya dapat menjalankan tugas jurnalistiknya secara profesional. Di momen HUT Polri ke 75 ini, SMSI Sumut mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara.

“Yakinlah apabila insan pers menjalankan tugasnya sesuai UU Pers, Kode Etik Jurnalistik [KEJ], UU ITE dan norma-norma yang berlaku, media tersebut akan mampu bermitra dengan polisi, malah membantu Polri dalam menegakkan keamanan dan kebenaran,” sebut Tanjung.

Dihimpun Intipnews.com, setakat ini tindak kekerasan wartawan yang terjadi belakangan ini tercatat dialami Sabar Aman Marpaung yang menjadi korban pengeroyokan, saat aksi unjuk rasa damai baru-baru ini di Kabupaten Bogor.

Kemudian terjadi perampasan alat kerja wartawan, diintimidasi dan caci maki oleh oknum OKP di Majalengka terhadap Soleman wartawan Fokus berita Indonesia. Informasi diterima, Soleman diperlakukan seperti maling saat mencoba melakukan konfirmasi terkait tugas jurnalistik kepada kepala desa di Majalengka.

Ada pembakaran rumah orangtua wartawan di Binjai. Juga percobaan pembunuhan wartawan di Binjai yang pelakunya diduga dibayar dan aktornya sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Mara Salem Harahap [Marsal] wartawan media online lasernewstoday, menjadi korban pembunuhan lantaran pemberitaan, 3 pelakunya sudah diamankan kepolisian.

Itp-17