Kemnaker: Pekerja Kontrak dan Outsourcing Berhak Terima THR

0
17
Indah Anggoro Putri. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:“THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status kerja. Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, maka berhak mendapatkan THR juga.”

Hal itu ditegaskan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja [PHI dan Jamsos] Kemnaker Kementerian Tenaga Kerja [Kemnaker], Indah Anggoro Putri, yang memastikan pekerja dengan status outsourcing [alih daya], kontrak ataupun pekerja tetap berhak menerima Tunjangan Hari Raya [THR] keagamaan.

Pembayaran THR keagamaan tersebut dipertegas melalui surat edaran [SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang pelaksanaan pemberian [THR] keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

“Pada prinsipnya, aturan ini mewajibkan pengusaha untuk memberi THR keagamaan secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran. THR wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Putri di kantor Kemnaker, Jakarta, Minggu, 25 April 2021.

Dijelaskannya, ada 3 jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR keagamaan. Pertama, pekerja/buruh berdasarkan PKWT Perjanjian Kerja Waktu Tertentu [PKWT] atau PKWTT Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu [PKWTT] yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau lebih.

Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan. Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.

* Itp-17