Ilustrasi. pemeriksaan Covid 19. Foto Istimewa

Pemeriksaan menggunakan alat TCM sudah dilakukan ke 412 pasien hingga 3 November 2020. Dari 412, positif 200 orang, negatif 210 orang dan error 2 orang, alat TCM difokuskan kepada pasien yang dirawat di RSU Gunungsitoli…

Gunungsitoli-Intipnews.com:Dr Yuliani Zalukhu, S.P, Pk yang bertugas sebagai Kepala Instalasi Patologi Klinik Terpadu [Laboratorium] Rumah Sakit Umum [RSU] Gunungsitoli, Sumatera Utara memastikan, hasil yang dikeluarkan alat Tes Cepat Molekuler [TCM] atau [Polimerase Chain Reaction [PCR] di RSU Gunungsitoli akurat dan tidak bisa diubah.

“RSU Gunungsitoli dituding mengcovidkan pasien, maka kami jelaskan bahwa kami tidak ada niat membuat hasil yang negatif menjadi positif sebab kami bekerja di bawah sumpah,” ucapnya pada temu pers di halaman RSU] Gunungsitoli, Rabu 4 November 2020.

Dia mengatakan, jika mereka terbukti mengcovidkan pasien, maka mereka bisa kena sanksi dan STR mereka bisa dicabut sehingga mereka tidak bisa praktik lagi.

“Sangat disayangkan atas tudingan yang kami terima selama ini, maka kami jelaskan menerbitkan hasil Swab, kami bekerja di laboratorium bersama analis kami selama tujuh hari dalam seminggu dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB bahkan kadang sampai pukul 02.00 wib dinihari,” ungkapnya.

Menurutnya, jika bisa diberi pilihan tugas, maka mereka akan memilih untuk tidak memeriksa Corona Virus Desiase [Covid 19] karena membuat badan mereka capek dan mereka rentan terkena Covid 19.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini