Komisi 2 DPRD Medan Sidak ke PT Growth Sumatera, Hasilnya…

0
44

Medan-Intipnews.com:Komisi 2 DPRD Medan inspeksi mendadak [Sidak] ke PT Growth Jalan Kol Yos Sudarso Medan guna mendapatkan informasi yang akurat mengenai jumlah tenaga kerja yang sudah terdaftar di BPJS maupun yang belum terdartar [foto].

Juga mempertanyakan berapa perusahaan outsourcing yang dipakai oleh perusahaan pengolahan besi tersebut, Selasa 21 Januari 2020. Dalam Sidak ini Ketua Komisi 2 H Aulia Rachaman didampingi Wakil Ketua Komisi Sudari, anggota komisi Afif Abdillah, Dhiyaul Hayati, Janses Simbolon, Dodi R Somangunsong, Johanes Hutagalung Wong Chun Sen beserta Staf Komisi dan diikuti beberpa wartawan Medan.

Aulia Rahcman mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahuai berapa jumlah karyawan keseluruhan yang bekerja, termasuk para staf. Agar kami mengetahui adakah celah memanfaatkan warga sekitar untuk bekerja di pabrik ini.

“Diharapkan bisa mengurangi jumlah pengangguran di wilayah Medan Utara ini,” tukasnya. Dhiyaul Hayati menyebut kegiatan ini merupakan misi pengawasan Komisi 2 DPRD Medan. Guna menciptakan lingkungan hidup yang sehat bagi warga sekitar dan mendata jumlah tenaga kerja yang ada,” ujarnya.

“Saya minta para pekerja dilengkapi pelindung pendengaran [Hearpag], guna melindungi pendengaran mereka saat bekerja. Karena mesin produksinya mengeluarkan suara keras dan bising,” katanya. Selain itu tempat makan para pekerja jangan berdekatan dengan gudang tempat penampungan limbah berbahaya sementara.

Sementara Sudari dan Modesta Marpaung mengatakan berdasarkan Permenaker No.19 tahun 2017 pasal 17 perusahaan seperti apa yang bisa outsourcing di perusahaan ini. Dan berapa yang sudah melaporkannya ke BPJS tenaga kerja.

“Ini tujuannya untuk mensingkronkan data dari perusahaan outsourcing dengan pihak BPJS sendiri, makanya kami langsung mengundang pihak BPJS tenaga kerja untuk datang kemari,” jelas Wakil Ketua Komisi 2 ini.

Setelah  mendapat pertanyaan dari Ketua dan Anggota Dewan, Manager  Afrin Jefri menjelaskan mengenai limbah, terhitung pertengahan tahun 2019, perusahaan sudah memakai alat yang bisa mencegah abu limbah tidak mengganggu masyarakat.

“Yang tadinya ada laporan masyarakat limbah abu dibuang pada waktu malam, namun kini tidak ada lagi masyarakat yang komplin mengena abu tersebut,” terangnya. Amdal, ujarnya, kita melaporkan setiap per 6 bulan sekali ke Dinas Lingkungan hidup.

Sementara untuk keselamatan kerja karyawan, kita selalu ingatkan kepada setiap pekerja pentingnya keselamatan kerja, namun para pekerja tersebut yang enggan memakai standarisasi keselamatan di perusahaan ini.

“Ada 200 orang staf, 800 orang karyawan outsourcing, 500 orang karyawan yang tetap. Dan pekerja outsourcing diutamakan dari masyarakat sekitar. mereka juga harus menandatangani perjanjian kontrak kerja, sementara alat berat sudah kita sertifikasi semua termasuk operatornya ke Birokrasi  Klasifikasi Indonesi [BKI],” ucap Afrin

Menurut pihak BPJS Lenny Donarita, PT Growth Sumatera ini sudah terdaftar di BPJS mulai Juli 1993. “Jumlah keseluruhan karyawannya berjumlah 822 orang hingga Desember 2019. Upah minimal yang mereka terima sesuai dengan UMK yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 2.700.000 rupiah,” paparnya.

Diakhir pertemuan, Aulia Rahcman menyimpulkan akan mengevaluasi seluruh temuan mereka nanti saat  di lapangan. Baru nanti kita jadwalkan untuk Rapat Dengar Pendapat [RDP] dengan pihak Growth Sumatera.

* Laporan Roni Neliati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini