Konjen AS: Saya Harap Pelajar YPSA Kuliah di Amerika

0
81
Konjen Amerika Serikat untuk Sumatera Mr Guy Margalith saat memberikan kuliah umum kepada siswa-siswi SMP dan SMA YPSA tentang Pendidikan di AS

Medan-Intipnews.com:“Ada 9000 pelajar Indonesia saat ini belajar di Amerika Serikat [AS]. Banyak cara untuk belajar di AS, salah satunya dengan beasiswa. “Saya berharap pelajar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah [YPSA] untuk kuliah di AS, tapi harus mempersiapkan diri dan mengikuti prosesnya.”

Hal itu disampaikan Konsulat Jenderal [Konjen] Amerika Serikat untuk Sumatera Mr Guy Margalith saat memberikan kuliah umum kepada siswa-siswi SMP dan SMA YPSA tentang Pendidikan Amerika Serikat di ruang serbaguna YPSA, Selasa 17 Desember 2019.

“Pendidikan di Amerika Serikat yang paling popular adalah jurusan engineering, math & computer science, dan business management. Ada 5 langkah untuk dapat kuliah di Amerika Serikat,” ungkap Mr Guy Margalith.

Beasiswa Diberikan ke Pelajar SMA

Pertama, lanjutnya, cari universitas yang tepat. Karena ada 4000 lebih universitas di Amerika Serikat dan 1200 jurusan. Kedua, cari beasiswanya, karena di setiap universitas di Amerika Serikat itu ada beasiswanya. Ketiga, lengkapi aplikasinya, karena akan ada tes masuknya.

“Ada tes Bahasa Inggris TOEFL atau IELS dan tes akademik. Keempat, siapkan visa pelajar. Dan kelima siapkan keberangkatanmu,” ungkap konsul Amerika Guy Margalith.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS juga mengadakan program beasiswa Kennedy Lugar Youth Exchange and Study [YES] untuk pelajar di puluhan negara di dunia sejak tahun 2003.

Beasiswa itu diberikan kepada para pelajar sekolah menengah atas [SMA] atau sederajat yang berasal dari negara dengan populasi mayoritas Muslim, salah satunya yaitu Indonesia.

Orang Amerika Sendiri Ada yang Muslim

“Sekitar 80 pelajar Indonesia dikirim ke AS untuk mengikuti program pertukaran pelajar itu setiap tahun. Mereka tinggal bersama keluarga asli AS selama 10 bulan dan menjalani kegiatan belajar-mengajar di tingkat SMA seperti biasa. Sama halnya dengan pelajar AS pada umumnya,” tukasnya.

Dia menyebut, pengelolaan program beasiswa YES di Indonesia ditangani oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Setiap tahun, yayasan ini mengirim siswa-siswi dari Tanah Air yang memenuhi syarat tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras.

Salah satu siswa SMA YPSA Muhammad Ridho menanyakan saat sesi tanya jawab tentang dapatkah bekerja sambil kuliah. “Tentu saja bisa, di Amerika dapat kuliah sambil bekerja tanpa harus mendapatkan visa lain, cukup satu visa saja. Setelah lulus dari universitas tetap bisa bekerja 1 sampai dengan 3 tahun,” jawab Guy Margalith Fathin.

Lalu siswi SMP YPSA menanyakan bagaimana pandangan orang Amerika Serikat terhadap orang Muslim. “Di Amerika banyak orang muslim yang datang, bahkan orang Amerika sendiri ada juga yang Muslim. Tinggal dan hidup di Amerika Serikat,” sebutnya.

Dihadir Pembina YPSA Buya Sofyan Raz

Kalau kita dengar ada diskriminasi, menurutnya, seluruh dunia juga ada diskriminasi. “Jadi saya punya berita bagus, Amerika terbuka untuk orang Islam,” tegas Guy.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum YPSA Hj Rizki Fadilah Raz mengatakan, selamat datang kepada Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra Guy Margalith. “Kami adalah sekolah Islam Internasional yang sangat terbuka dengan negara lain tidak terkecuali Amerika Serikat. Kami berharap konsul dapat menikmati keterbukaan kami di sini,” ungkapnya.

Usai pertemuan dengan siswa-siswi SMP dan SMA YPSA, Konsul Amerika mengunjungi Raz Museum. Dilanjutkan dengan makan siang dan saling bertukar cenderamata di Sakinah Room Smart Building YPSA.

Tampak hadir Pembina YPSA Buya Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty, Kepala SMA Bagoes Maulana, Ketua Harian YPSA Addaratul Hasanah, dan guru lainnya.

  • Laporan IWO Medan 
  • Bagikan berita ini

#intipnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini