Konsumsi Sabu, Ibu Anak dan 2 Pria Ditangkap Polisi Aceh

0
78
Para tersangka shabu ditangkap di Banda Aceh

Aceh-Intipnews.com.Opsnal Unit I Satuan Reserse Narkoba [Sat Resnarkoba] Polresta Banda Aceh, menangkap ibu dan anak serta dua pria lainnya terkait pelaku pengguna narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, baru-baru ini.

Dalam operasi menjelang tengah malam, personel Opsnal Unit I Sat Resnarkoba mendapatkan informasi dari warga, peredaran narkotika jenis sabu  sudah sangat marak di Banda Aceh. Informasi disampaikan ke aparat khususnya Sat Resnarkoba Polresta.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Boby Putra Ramadan Sebayang, SIK kepada wartawan mengakui, penangkapan empat orang pengguna narkotika jenis sabu dari informasi warga.

“Kesadaran hukum warga untuk melaporkan pengguna dan pengedar narkotika semakin meningka. Dengan laporan dari warga, kami berhasil menangkap pengguna narkotika tiga pria dan satu wanita” ujar Kasat Resnarkoba.

Kasat Resnarkoba AKP Boby Putra Sebayang, SIK menceritakan Selasa 19 November 2019. Personel Opsnal Unit I menangkap  MFA [24] warga Dusun Uteun Kubu Barat Gampong Uteun Geulinggang,  Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, di jalan Nuri Gampong Sukadamai,  Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Ancaman Hukuman 4 Sampai 20 Tahun 

Dari tersangka di temukan barang bukti berupa satu buah bungkusan dari plastik warna bening yang di dalamnya berisikan kristal warna putih jenis sabu Paket dengan berat  0,17 gram. Tersangka MFA mengatakan mendapatkan narkotika jenis sabu-sabu tersebut dengan cara membeli dari tersangka AP [22].

AP warga Dusun Tenggiri, Gampong Ulee-Lheue, Kecamatan Meuraxa Banda Aceh melalui seorang  perantara ibunya yaitu LM [46] seharga 150 ribu. Selanjutnya kata Boby, petugas kembali melakukan penangkapan terhadap ibu dan anak yakni AP dan LM di rumahnya di kawasan desa Ulee Lheue.

Tersangka AP menerangkan mendapatkan narkotika jenis sabu dijual kepada MFA tersebut dari EA [34] seharga Rp 400 ribu. Para tersangka di jerat Pasal 112 Ayat [1] jo pasal 114 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

* Laporan Didit Arjuna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini