Korupsi Bank Sumut Rp31 M, Aset Tersangka Disita Kejatisu

0
45
Buntut Korupsi
Buntut Korupsi Bank Sumut Rp31 M, aset tersangka disita Kejatisu. Foto Istimewa

MedanIntipnews.com: Buntut korupsi Bank Sumut Rp31 M, mulai dari kebun kelapa sawit, tanah hingga bangunan tersangka Korupsi disita Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu].

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasipenkum] Kejatisu, Sumanggar Siagian [foto]. Sebelumnya SL [43], tersangka kasus dugaan korupsi pinjaman kredit usaha rakyat [KUR] di Bank Sumut kantor cabang pembantu [KCP] Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara senilai Rp31,692 Miliar.

“Sejumlah 15 aset milik tersangka yang disita berupa barang tidak bergerak seperti kebun sawit, tanah dan bangunan yang berlokasi di Desa Pulau Tagor, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara,” ungkap Sumanggar Siagian, Sabtu [17/7/21], sebagamana dilansir Antara.

Aset tersangka korupsi disita Kejati Sumut. Penyitaan itu dilakukan penyidik tindak pidana khusus [Pidsus] Kejatisu, Rabu [7/7/21], sekitar pukul 12.00 WIB. Tim Pidana Khusus Kejatisu sebelumnnya telah menahan dua tersangka dalam dugaan korupsi pinjaman kredit usaha rakyat senilai Rp31,692 miliar tahun 2013-2014 di Bank Sumut KCP Galang.

Kedua tersangka itu, yakni mantan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang R [40] dan debitur Bank Sumut KCP Galang SL [43]. Sejak tahun 2013. SL memanfaatkan sarana perkreditan Bank Sumut mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat [KUR], Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera [KPP SS] dan Kredit Angsuran Lainnya [KAL]

Sejak tahun 2014, kredit yang diajukan SL dan kawan-kawan mulai bermasalah. Untuk menutupi cicilan kredit di Bank Sumut, SL bekerja sama dengan LG dan R, yakni pimpinan dan wakil pimpinan Bank Sumut KCP Galang, kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan nama-nama orang lain.

Pencairan dana di Bank Sumut tidak sesuai ketentuan pemberian kredit yang ditetapkan dan dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara. Sejak tahun 2013 sampai 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp35.775.000.000 yang saat ini dalam kondisi macet total sekitar Rp31.692.690.986.