Korupsi Bank Sumut Rp35 M, Lagi Ex Pimpinan Ditahan

0
85
Korupsi Bank
Korupsi Bank Sumut Rp35 M, lagi ex pimpinan ditahan

MedanIntipnews.com:Korupsi Bank Sumut, lagi ex pimpinan ditahan. Tim Jaksa Tindak Pidana Khusus [Pidsus] Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu] melakukan penahanan terhadap tersangka Lg [61] ex pimpinan Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu KCP) Galang, karena melakukan tindak pidana korupsi, Rabu [21/7/2021].

Berdasarkan penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan [BPKP], terhadap perkara ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp35.153.000.000 [tiga puluh lima milyar seratus lima puluh tiga juta rupiah).

Alasan penahanan, tersangka Lg dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana korupsi sebagaimana pasal 21 KUHAP, sehingga diterbitkan Surat Perintah Penahanan bernomor: Print-11/L.2/Fd.1/07/2021 tanggal 21 Juli 2021 atas nama tersangka Lg [ex Pimpinan Cabang Bank Sumut KCP Galang].

Korupsi Bank Sumut, lagi ex pimpinan ditahan Tersangka melanggar pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penahanan dilakukan selama 20 [dua puluh] hari terhitung mulai tanggal 21 Juli 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021 dan tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Polisi Kepolisian Daerah Sumatera Utara [Poldasu].

Sebelumnya Kejatisu juga telah menahan ex wakil pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang yakni R [40] dan SL [43] selaku debitur yang keduanya merupakan warga Kabupaten Deliserdang. Kasus tindak pidana korupsi ini bermula tahun 2013, SL mengajukan pinjaman kredit usah rakyat [KUR] dan kredit pemilikan Property Sumut Sejahtera [KPP SS] dan Kredit Angsuran Lainnya [KAL) pada PT Bank Sumut KCP Galang.

Selain menggunakan nama sendiri, SL juga menggunakan nama orang lain untuk meminjam. Dalam proses peminjaman, pimpinan dan wakil pimpinan yakni tersangka LG dan R turut membantu hingga tanpa dilakukan proses analisa kredit sesuai ketentuan pemberian kredit KUR, KPR dan KAL yang berlaku permohonan disetujui.

Dan SL pun membangun perumahan di Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdangbedagai. Namun, tahun 2014 kredit yang diajukan debitur bermasalah. Untuk menutupi cicilan kredit dan memperoleh dana kredit kembali.

SL kembali bekerjasama dengan LG selaku pimpinan dan R selaku wakil pimpinan Bank Sumut KCP Galang dengan menggunakan nama orang lain, sehingga dari tahun 2013 sampai 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total uang yang di terima senilai Rp35,1 miliar.
Itp-17