Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] menyita aset kebun kelapa sawit yang diduga milik eks Sekretaris Mahkamah Agung [MA] Nurhadi di Kabupaten Padang Lawas [Palas], Sumatera Utara 2 September 2020.

“Aset yang disita berupa lahan perkebunan kelapa sawit kurang lebih 33.000 meter persegi di desa Padang Bulu Lama kecamatan Barumun Selatan Palas,” ujar Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis 3 Agustus 2020.

Menurut Ali, sebelumnya KPK telah melakukan penyitaan lahan kebun sawit di Palas lebih 530,8 hektar.

Proses penyitaan melibatkan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Palas. KPK juga memeriksa sejumlah saksi terkait perkara TPK dugaan suap dan gratifikasi dengan perkara di Mahkamah Agung pada 2011-2016. Tim penyidik KPK menyita uang tunai dari salah satu saksi sebesar Rp100 juta.

“Dalam perkara ini, KPK menyangkakan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menerima uang senilai Rp46 miliar dari pengurusan perkara di MA. Duit diduga berasal dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

Kasus Nurhadi adalah pengembangan perkara yang berasal dari Operasi Tangkap Tangan KPK pada 20 April 2016, terkait suap Rp50 juta kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.

Duit diduga untuk mengatur perkara Peninjauan Kembali [PK]. Nama Nurhadi pertama kali masuk ‘radar’ KPK saat bekas pegawai PT APA Doddy Ariyanto Supeno masuk ke rumah yang bersangkutan di Hang Lekir sambil menenteng tas pada 12 April 2017.

Pada Februari KPK memasukkan namanya ke dalam DPO. Beberapa bulan kemudian, Nurhadi dan menantunya akhirnya ditangkap di rumahnya di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada 1 Juni 2020. *Tid

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini