Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.

“Ada debitur yang terdampak, belum mengajukan restrukturisasi sehingga ada potensi kredit bermasalah.” Harapannya, NPL perbankan bisa ditekan dengan tetap di bawah lima persen…

Medan-Intipnews.com:Bank Indonesia memprediksi ada potensi kenaikan kredit bermasalah [non performing loan/NPL] di perbankan Sumatera Utara [Sumut] akibat masih ada kredit yang sedang dalam proses restrukturisasi, serta ada debitur terdampak yang belum mengajukan restrukturisasi ke bank.

“Ke depan, ada prediksi NPL naik dari 3,7 persen posisi Juni 2020,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat di Medan, Rabu 12 Agustus 2020.

Potensi naiknya NPL itu akibat masih ada sejumlah debitur yang dalam proses mendapat persetujuan restrukturisasi dari bank, termasuk ada debitur yang terdampak Covid 19, namun belum mengajukan permohonan restrukturisasi.

Menurut data OJK Kantor Regional 5, Sumbagut, ujar Wiwiek Sisto Widayat, nominal restrukturisasi debitur terdampak Covid 19 di Sumut mencapai Rp 39, 04 triliun. Sementara yang mengajukan restrukturisasi, total kreditnya senilai Rp29, 34 triliun.

“Ada debitur yang terdampak, belum mengajukan restrukturisasi sehingga ada potensi kredit bermasalah,” tukasnya. Kredit bermasalah semakin berpotensi bertambah karena dari debitur yang sudah mengajukan restrukturisasi, masih ada sejumlah permohonannya yang masih dalam proses di perbankan.

“Harapannya, NPL perbankan bisa ditekan dengan tetap di bawah lima persen, ” ujar Wiwiek Sisto Widayat, nominal restrukturisasi debitur terdampak Covid 19 di Sumut mencapai Rp39, 04 triliun. Sementara itu yang mengajukan restrukturisasi, total kreditnya senilai Rp29, 34 triliun.

“Ada debitur yang terdampak, belum mengajukan restrukturisasi sehingga ada potensi kredit bermasalah,” tuturnya. Harapannya, NPL perbankan bisa ditekan dengan tetap di bawah lima persen,” ujar Wiwiek. *Itp-03

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini