Kepala Desa memperagakan dirinya saat dikeroyok pada pra rekontruksi

Nias Barat-Intipnews.com:Karena melarang membangun rumah di tanah sengketa, Kepala Desa [Kades] Fadoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Markus Hia dikeroyok warga, Sabtu 25 Juli 2020.

Karena mengalami sejumlah luka-luka, Kades melapor ke polisi dan kasus tersebut kini sedang ditangani Polisi Sektor Sirombu. Ades dihubungi, Selasa 28 Juli 2020, mengaku dirinya dikeroyok karena melarang warga untuk membangun rumah di atas tanah yang sedang bersengketa.

“Sebelum dikeroyok, saya menerima laporan warga Fareso Hia alias Ama Butet di tanah mereka sedang dibangun rumah oleh HH,” ungkap Markus. Kemudian dia mendatangi lokasi tanah yang sedang dibangun, dan masuk ke dalam rumah milik Fatiaro Hia alias ama Fabo Hia atau abang dari HH yang berada tepat di samping tanah sengketa tersebut.

Di dalam rumah Fatiaro Hia alias Ama Fabo Hia menurut kepala desa sudah menunggu HH yang mengaku berprofesi sebagai wartawan media online bersama keluarga besarnya. “Sesampai di dalam rumah, saya disuruh duduk oleh HH dan memulai pembicaraan terkait penyelesaian tanah tersebut antara Fareso Hia alias Ama Butet dengan HHia,” jelasnya.

Dia juga meminta HH untuk sementara waktu menghentikan pembangunan rumah di tanah tersebut karena ada warga lain yang keberatan dan berharap agar permasalahan tanah tersebut diselesaikan dahulu.

Namun HH tidak berterima dan marah sambil memukul meja dan meninju Kades sehingga melukai bibirnya serta mendorong dia hingga jatuh terlentang di lantai rumah. “Ketika hendak berdiri tangan kanan dan tangan kiri saya dipegang oleh kakak kandung HH yang bernama Has Hia dan MH,” ujarnya.

Kemudian kerah bajunya bagian belakang dipegang dengan keras oleh ponakan dari HH yang bernama EDaeli dan lehernya dipiting oleh ponakan HH yang lain bernama AD dan membanting dia hingga terkapar di lantai.

“Untung saat itu kakak saya Ina Piter Gulo sejumlah warga desa datang, sehingga penganiayaan yang dilakukan bersama sama oleh keluarga HH tidak berlanjut,” ucapnya.Bahkan ia mengaku dia menghalangi sejumlah warga yang datang ke lokasi kejadian dan hendak menyerang keluarga HH setelah ¬†mengeroyok dirinya.

“Warga sempat marah dan hendak menyerang mereka, tetapi saya menghalangi dan mengatakan pengeroyokan terhadap dirinya lebih baik dilaporkan ke Polsek daripada menyerang mereka,” tutur Kades Fadoro.

Pj Kapolsek Sirombu Ipda Osiduhugo Daeli yang dihubungi, Selasa, membenarkan telah menerima laporan Kepala Desa Fadoro atas nama Markus Hia terkait kasus penganiayaan.

“Kita telah menerima laporan Kades Fadoro terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya yang dilakukan Hasan Hia dan keluarganya, dan kini laporan tersebut sedang kita proses,” terangnya.

Kapolsek Sirombu memberitahu jika Hasan Hia juga telah melaporkan kepala desa Fadoro dengan kasus yang sama. “Kedua laporan tersebut telah kita terima dan kita proses, soal siapa nanti yang menjadi tersangka, itu tergantung penyelidikan,” tambahnya.

Tidak lupa dia menerangkan jika perselisihan antara kepala desa Fadoro dengan HH yang berprofesi sebagai wartawan bukan mengenai pemberitaan, tetapi terkait masalah sengketa tanah.

*Laporan Irwanto Hulu

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini