Ilustrasi. Salah satu tempat wisata yang ramai saat liburan di tengah pandemi corona. Foto Istimewa

Ahli Epidemiologi dari UI mengatakan di situasi transmisi lokal yang saat ini tidak terkendali, potensi penularan Covid 19 di tempat wisata memang sangat besar terjadi…

Jakarta-Intipnews.com:Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia [IAKMI] Hermawan Saputra mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai penularan virus corona [Coovid 19] di tempat wisata selama periode libur panjang, Kamis hingga Minggu mendatang.

Risiko penularan Covid 19 di tempat wisata terbuka maupun tertutup masih cukup tinggi, karena mobilitas warga yang bisa memicu kerumunan.

“Di Indonesia, puncak kasusnya belum terlewati, masih terlalu gegabah kalau semua sektor pariwisata dibuka. Paling tidak, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya, Rabu 19 Agustus 2020.

Selain memperketat protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan, Hermawan Saputra mengatakan pemerintah juga perlu melakukan pengawasan kesehatan.

“Protokol kalau tidak ada pengawasan, juga tidak akan optimal. Tingkat kesadaran masyarakat kan berbeda satu sama lain. Untuk masyarakat yang belum sadar itu, tindakan oleh pemerintah yang diandalkan termasuk protokol penegakan,” tukas Hermawan Saputra.

Tidak hanya bagi pemerintah, menurut dia, untuk meminimalisir penularan, masyarakat juga seharusnya bisa menahan diri pergi ke tempat wisata.

“Jadi pariwisata ini memang bukan sektor yang paling mendasar, tapi sektor yang sifatnya tersier, tambahan. Wisata itu penting dalam keadaan normal, tapi dalam keadaan pandemi seperti ini, setiap orang harus sadar, sabar dulu,” tutur Hermawan.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia [UI] Syahrizal Syarif mengatakan di situasi transmisi lokal yang saat ini tidak terkendali, potensi penularan Covid 19 di tempat wisata memang sangat besar terjadi.

Dalam hal ini, kata Syahrizal, pemerintah yang memiliki otoritas, aturan, hingga aparat seharusnya memperketat pengawasan terhadap protokol kesehatan di tempat wisata.

Libur panjang dimulai Kamis esok hingga Minggu nanti. Pada Kamis (20/8), masyarakat libur memperingati Tahun Baru Hijriah. Libur diperpanjang pada Jumat hingga Minggu setelah Presiden Joko Widodo menetapkan cuti bersama aparatur sipil negara [ASN] pada 21 Agustus. *Cni

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini