Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin. Foto Istimewa

Sementara pidato nota keuangan pemerintah, lagi-lagi ketidakpastian ekonomi tahun 2021 masih menghantui. Belanja pemerintah untuk mendongkrak perekonomian, sepertinya tidak bisa diharapkan…

Medan-Intipnews.com:Negara tetangga Indonesia yakni Malaysia membukukan pertumbuhan negatif di kuartal kedua. Angkanya tidak tanggung-tanggung, pertumbuhan ekonomi Malaysia terpukul Minus 17.07% secara tahunan atau year on year.

Kinerja pertumbuhan ekonomi yang negatif tersebut menyisakan masalah serius bagi Malaysia. Yaitu Malaysia mengalami pukulan paling buruk jika dibandingkan dengan krisis di tahun 1998 silam.

Meskipun pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama Malaysia masih mampu positif. Akan tetapi, penurunan pertumbuhan kuartal kedua tersebut diyakini sebagai pertanda ekonomi Malaysia akan kesulitan untuk rebound di kuartal ketiga nantinya. Awas Indinesia bisa terseret.

“Krisis yang melanda Malaysia ini bisa menjadi kabar buruk [menyeret] bagi perekonomian nasional. Meskipun pada dasarnya sudah diperkiraan jauh hari sebelumnya. Akan tetapi dampak dari krisis Malaysia tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Sabtu 15 Agustus 2020.

Ilustrasi. Istimewa

Mengingat, kata Benjamin, hubungan dagang antara Indonesia dengan Malaysia cukup signifikan. Termasuk dalam penyediaan tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia.

Sehingga dampak rembesan krisis di Malaysia ini akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian nasional. Dan di tengah kondisi seperti ini pemerintah diminta harus lebih waspada lagi. Krisis di Malaysia membuat Indonesia kian dekat terseret dengan potensi resesi di kuartal ketiga nantinya.

Semenara itu, dalam pembacaan pidato nota keuangan pemerintah. Lagi-lagi ketidakpastian ekonomi di tahun 2021 masih menghantui. Belanja pemerintah yang diharapkan menjadi salah satu sumber paling besar untuk mendongkrak perekonomian, sepertinya tidak bisa diharapkan terlalu banyak.

Ketidakpastian ekonomi masih membayangi dan bisa saja membuat asumsi kinerja ekonomi makro ke depan berubah-ubah. Di tengah kondisi yang serba sulit ini, pelaku pasar akan kesulitan dalam merumuskan kebijakan investasinya.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG masih mampu ditutup menguat 0.16% di level 5.247,69. Sementara itu mata uang rupiah melemah di level 14.795 per US Dolar. Akan tetapi seharian perdagangan Rupiah sempat menyentuh level terendah 14.870 per US Dolar. *Itp-03

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini