Manipulasi Harga Obat Covid 19 dan Oksigen Bisa Dihukum

0
12
Manipulasi Harga Obat
Manipulasi harga obat Covid 19 dan oksigen bisa dihukum. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Manipulasi harga Obat Covid 19 dan oksigen bisa dihukum. Prilaku manipulasi harga dilakukan produsen dan distributor oksigen dan obat Covid 19 bisa didenda bahkan dihukum.

Demikian diungkapkan anggota Komisi DPR RI Singgih Januratmoko, “Prilaku tersebut menunjukkan hilangnya moralitas bangsa, yang selama ini dikenal senang bergotong-royong. Namun, hanya karena melihat peluang mendapatkan untung besar, lalu nilai-nilai kemanusiaan hilang,” kata Singgih, Selasa 13 Juli 2021.

Manipulasi harga Obat Covid 19 dan oksigen bisa dihukum. Akibat manipulasi oksigen, dan obat untuk pasien Covid 19 melambung. Bahkan di beberapa kota besar susah mendapatkan oksigen untuk pasien Covid 19, dan cenderung langka, memicu kenaikan harga. Juga obat-obatan Covid 19 harganya melambung.

Ilustrasi, oksigen. Foto Istimewa

Sebagaimana di-publish Radar Malang, Walikota Malang Sutiaji menyebut, ada 3 jenis obat yang kini mulai langka, yakni suplemen, Actemra, dan Remdesivir. Ketiga obat tersebut biasa digunakan untuk penyembuhan pasien Covid 19. Ketersediaannya di sejumlah apotek kini banyak berkurang.

”Ini artinya situasi Covid 19 di Kota Malang memang mengganas, bahkan saat ini sudah zona merah,” kata Sutiaji. Selain itu, kebutuhan lain seperti oximeter atau alat pengukur kadar oksigen dalam darah serta masker bedah kini juga mulai mengalami kelangkaan. Kendati demikian walikota mengimbau agar masyarakat tidak panik.


“Mengutip Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU, harga tabung naik 16 sampai 900 persen, terutama di DKI Jakarta,” ujar anggota DPR yang Politisi Golkar Singgih Januratmoko, sebagaimana dilansir Teropongsenayan.

Ilustrasi. Istimewa

Menurut Singgih, kenaikan ini menjadi tidak wajar pada saat masyarakat ditimpa bencana global. Singgih menyebut, mengabaikan nilai-nilai kemanusian menunjukkan adanya sebagian anak bangsa yang mengalami kemerosotan moral.

Perilaku manipulasi harga, ujar Singgih, menunjukkan adanya ketidakpedulian terhadap penderitaan orang lain. Padahal menghadapi wabah penyakit yang sifatnya global, menurut Singgih memerlukan kepekaan dan kerja sama seluruh elemen bangsa.

Singgih meminta pemerintah turun tangan, agar harga oksigen dan obat bisa stabil. “Aparat dan investigator KPPU harus bertindak tegas terhadap penimbun dan mereka yang menaikkan harga hingga tidak wajar, melampaui harga eceran tertinggi,” ujar Singgih.
Itp-17