Jakarta-Intipnews.com:Masyarakat dan Pers Pengawas Pemilu [Mappilu] PWI meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas pelanggar protokol kesehatan yang banyak terjadi pada saat pendaftaran bakal pasangan calon [bapaslon] Pilkada Serentak 2020.

“Kami melihat masih banyak calon yang membawa massa pendukung dalam jumlah besar, dan tidak mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Suprapto Sastro Atmojo Usai rapat Pengurus Mappilu PWI dan diikuti secara Virtual Ketua ketua PWI Provinsi di Sekertariat PWI Pusat, Senin 7 September 2020 [foto].

Protokol kesehatan dikatakannya sebaiknya ditaati oleh seluruh pihak agar bisa menghasilkan Pilkada yang sukses secara penyelenggaraan dan kualitas meskipun dilakukan ditengah Pandemi.

Mappilu PWI pun mendukung penuh, sikap tegas Komisi Pemilihan Umum [KPU] dan Badan Pengawas Pemilu [Bawaslu] untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran protokol kesehatan baik kerumunan massa ataupun pelanggaran lainnya.

Suprapto dalam rapat yang dihadiri oleh ketua PWI provinsi dan pengurus Mappilu PWI itu, meminta aparat keamanan, dan aparat penegak hukum mesti menjalankan Instruksi Presiden [Inpres] Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19.

Sebelumnya, Bawaslu mencatat, selama dua hari pendaftaran peserta Pilkada 2020, terjadi 243 dugaan pelanggaran yang dilakukan bakal calon kepala daerah. Secara rinci sebanyak 141 pelanggaran terjadi pada hari pertama, Jumat [4/9]. Kemudian sebanyak 102 pelanggaran lainnya terjadi jelang penutupan pada Minggu [6/9].

Sementara data dari KPU, tiga hari masa pendaftaran Pilkada 2020, Komisi Pemilihan Umum [KPU] mencatat 37 bakal calon kepala daerah positif terinfeksi Covid 19. *Ril

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini