Ketua KPU RI Arief Budiman. Foto Istimewa

Padahal Ketua KPU RI Arief Budiman meminta seluruh paslon dalam Pilkada memasukkan strategi penanganan virus corona ke dalam visi misi. Kemendagri juga mendorong agar para kontestan memiliki inovasi penanganan corona di visi, misi…

Medan-Intipnews.com:Kondisi kota Medan di zona merah Covid 19, yang angka penularan virus corona tertinggi di Provinsi Sumatera Utara [Sumut], sehingga mengkhawatirkan warga Medan, ditambah ekonomi terpukul dampak pandemi Covid 19.

Namun dua pasangan calon [paslon] Walikota-Wakil Walikota Medan, yang kini maju di Pilkada 2020, tidak peka dan peduli dengan kondisi masyarakat, terkait Covid 19.
Informasi dihimpun Intipnews.com, Selasa 29 September 2020, ketika sedang memperebutkan menjadi pemimpin, masalah masyarakat tidak dicantumkan dalam visi, misi dan program prioritas kedua pasangan, sebagaimana diharapkan Ketua KPU dan Kemendagri.

Baik paslon nomor urut 01 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi [Aman] dan pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution – Aulia Rachman [Bonar] di tengah pandemi virus corona Covid 19, tidak menyentuh dan peduli dengan rencana dan strategi penanganan Covid 19.

Kedua paslon tersebut, tak tersurat mengenai cara pandang dan langkah pada dokumen visi-misi para paslon itu dalam menghadapi kondisi pandemi Covid 19 di Medan, seperti di-publish media massa.

Lalu sekretaris tim pemenangan Bobby-Aulia, Alween Ong, mengatakan visi misi jagonya memang tidak berbicara dalam konteks Covid 19 saja, karena persoalan kesehatan cukup banyak, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.

Dalam dokumen visi-misi pasangan Bonar pada sektor kesehatan hanya menyinggung memajukan masyarakat Kota Medan melalui revitalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang modern terjangkau oleh semua.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini