Melukiskan Bulir Keringat Petani

0
82
Panen, Acrylic di kanvas ukuran 90 x 140 cm, karya Royana. Foto Istimewa

Setelah itu wanita ini jalan bergontai itu dilukiskan Hasim dengan busana yang eksentrik pula. Wanita bertopikan kain itu berbalut baju bercorak bunga seakan menambah uniknya lukisan wanita petani ini. Bahkan lebih heran lagi Hasim juga menampilkan wanita tersebut mengenakan kain panjang bermotifkan Batik.

Bisa diketahui setingan figur dan lokasi menjadi terbetak keberadaannya bahwa ini lokasinya berada di tanah Jawa. Mungkin agak beda kalau wanita itu memakai kain songket ataupun Ulos ini akan ada tafsiran lain. Melihat itu semuanya jelaslah bahwa Hasim tidak hanya mementingkan estetika tetapi juga ekspresi kegelisahan.

Selain Hasim masih bisa bisa melihat lukisan bertemakan “wanita petani” yakni Royatna dan Huang Fong. Lukisan kedua rekan ini juga berbeda-beda. Kalau Royatna melukiskan banyak kaum hawa berderet di hamparan persawahan. Lukisan wanita itu sedikit mengecil, sehingga terkesan tidak mendetailkan wajah ataupun ekspresi.

Tetapi aura tentang pertanian akan terasa kuat juga karena latar persawahan begitu luas di balik pegunungan. Kesannya dahulu lahan begitu tak terhitung areanya yang kini sudah semakin menyusut karena adanya ledakan penduduk dan pembangunan. Pedesaan lama kelamaan sudah berubah menjadi pusat tumpukan manusia.

Kalau Huang Fong memang secara eksklusif masih saja mengangkat wanita petani berasal dari pulau Dewata [Bali]. Beliau ini memang spesial melukiskan tentang latar budaya Bali sampai ke akar-akarnya. Pelukis yang juga jarang kita temukan berani mengangkat kehidupan petani dalam setiap objek lukisannya.

  • Penulis adalah staf pengajar Jurusan Senirupa Rupa FBS Universitas Negeri Medan [Unimed]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini